15 January 2026, 00:33

Korban Keracunan MBG Soto Ayam di Mojokerto “Dikunci” 411 Orang, Pemkab Duga Penyimpanan di SPPG Tak Sesuai Prosedur

(Pemkab) Mojokerto memastikan jumlah korban keracunan massal setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) soto ayam mencapai 411 orang.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,114
Korban Keracunan MBG Soto Ayam di Mojokerto “Dikunci” 411 Orang, Pemkab Duga Penyimpanan di SPPG Tak Sesuai Prosedur
Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim

Perspektif.co.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memastikan jumlah korban keracunan massal setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) soto ayam mencapai 411 orang. Data tersebut disebut sebagai angka final setelah masa inkubasi lewat, sehingga Pemkab menyatakan tidak lagi memasukkan keluhan baru sebagai bagian dari kasus keracunan MBG yang sama.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) menyampaikan dari total 411 korban, 334 orang sudah dipulangkan karena kondisi membaik, sedangkan 77 pasien masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan. Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan di RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, Rabu (14/1/2026). 

Gus Barra menjelaskan Pemkab “menutup” pendataan korban keracunan MBG karena pertimbangan masa inkubasi yang dinilai telah terlewati. Ia menegaskan, “masa inkubasi ini sudah lewat… kami sudah tidak menghitung itu lagi,” merujuk pada keluhan baru yang muncul setelah periode inkubasi dinilai lewat.

Penambahan korban terakhir dilaporkan terjadi pada hari yang sama, yakni tujuh orang. Pemkab juga mencatat mayoritas korban merupakan anak-anak, meski ada pula orang dewasa yang ikut terdampak karena mencicipi porsi MBG yang dibawa pulang oleh anak. 

Terkait dugaan sumber keracunan, Gus Barra menyebut indikasi awal mengarah pada keseluruhan komponen menu. “Kelihatannya semua komponen yang ada di (MBG) soto ayam” berpotensi terkait dengan kejadian tersebut, ujarnya. Namun ia menekankan penyebab pastinya masih menunggu rangkaian pemeriksaan. 

Soal dugaan penyebab, Pemkab menyoroti aspek penyimpanan bahan/produk di SPPG yang dinilai tidak sesuai prosedur. Gus Barra menduga standar suhu penyimpanan tidak terpenuhi. “Penyimpanannya itu harus suhu minus… bakteri kemungkinan berkembang,” kata dia.

Meski ada dugaan awal, Pemkab menyatakan hasil laboratorium belum final. Pemeriksaan terhadap sampel MBG soto ayam maupun sampel terkait korban masih berlangsung di Labkesda Kabupaten Mojokerto, dan hasilnya akan disampaikan ke Badan Gizi Nasional (BGN). “Hasil lab masih dalam proses… nanti BGN yang akan bisa menjawab,” ujar Gus Barra. 

Kasus ini sebelumnya dilaporkan bermula setelah MBG menu soto ayam didistribusikan ke pelajar dan santri, lalu gejala seperti pusing, mual, muntah, demam, hingga diare muncul pada malam hari hingga keesokan paginya. Investigasi gabungan juga digelar melibatkan unsur kepolisian, TNI, Dinas Kesehatan, hingga perwakilan BGN. Selama proses itu, operasional salah satu SPPG disebut dihentikan sementara hingga investigasi tuntas, dan berpotensi ditutup permanen bila terbukti melanggar ketentuan. 

Berita Terkait