17 April 2026, 17:26

Tragedi Sekadau Terungkap! WN Malaysia Jadi Korban Helikopter Jatuh, Seluruh Jenazah Diidentifikasi

Kecelakaan helikopter di kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
97
Tragedi Sekadau Terungkap! WN Malaysia Jadi Korban Helikopter Jatuh, Seluruh Jenazah Diidentifikasi
Jenazah korban jatuhnya helikopter di Sekadau diterbangkan ke Pontianak. / Dok :Istimewa

SEKADAU, Perspektif.co.id - Kecelakaan helikopter di kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, menelan delapan korban jiwa, termasuk satu warga negara asing asal Malaysia. Seluruh korban kini telah ditemukan dan proses identifikasi tengah dilakukan oleh tim forensik.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, memastikan bahwa seluruh penumpang dan awak helikopter dinyatakan meninggal dunia setelah tim SAR gabungan menemukan lokasi jatuhnya pesawat.

“Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia,” ujar Lukman dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Helikopter dengan registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara itu diketahui lepas landas pada pukul 07.37 WIB. Namun, sekitar pukul 08.39 WIB, pesawat sempat mengirimkan sinyal darurat dari wilayah hutan Kalimantan Barat sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 09.15 WIB.

Setelah itu, AirNav Indonesia mengeluarkan notifikasi darurat (DETRESFA) pada pukul 10.43 WIB sesuai prosedur penanganan kecelakaan penerbangan.

Helikopter tersebut diawaki oleh pilot Capt Marindra Wibowo serta satu engineer, Harun Arasyid. Selain itu, terdapat enam penumpang di dalamnya, termasuk seorang warga negara Malaysia bernama Mr Patrick K, bersama lima penumpang lainnya yakni Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Seluruh jenazah korban telah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Anton Soedjarwo untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kepala rumah sakit tersebut, Josep Ginting, menyampaikan bahwa tim forensik langsung melakukan pemeriksaan guna memastikan identitas masing-masing korban secara akurat.

“Selain delapan kantong jenazah, terdapat dua kantong yang berisi part atau barang dari lokasi kejadian. Semua akan kami identifikasi secara detail untuk membantu proses pencocokan,” ujarnya.

Selain kantong jenazah, petugas juga menerima dua kantong tambahan berisi bagian atau barang yang ditemukan di lokasi kecelakaan. Seluruh temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses investigasi dan identifikasi korban.

Pihak Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Proses evakuasi dan penanganan lanjutan dilakukan secara terpadu bersama Basarnas, TNI AU, serta instansi terkait lainnya.

Berita Terkait