17 April 2026, 17:29

Suasana Duka di Pontianak! 8 Jenazah Korban Heli PK-CFX Langsung Diidentifikasi Tim Forensik

Delapan jenazah korban kecelakaan helikopter PK-CFX yang jatuh di wilayah Kalimantan Barat tiba di Pontianak dan langsung menjalani proses identifikasi intensif

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,245
Suasana Duka di Pontianak! 8 Jenazah Korban Heli PK-CFX Langsung Diidentifikasi Tim Forensik
Foto: Delapan jenazah korban helikopter jatuh di Sekadau tiba di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo. (dok Istimewa)

PONTIANAK, Perspektif.co.id - Delapan jenazah korban kecelakaan helikopter PK-CFX yang jatuh di wilayah Kalimantan Barat tiba di Pontianak dan langsung menjalani proses identifikasi intensif. Proses tersebut dilakukan di RS Bhayangkara Anton Soedjarwo pada Jumat (17/4/2026), dengan melibatkan tim forensik untuk memastikan identitas seluruh korban secara akurat.

Setibanya di rumah sakit, kantong-kantong jenazah langsung ditangani oleh tim medis. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna mencocokkan identitas korban sebelum nantinya diserahkan kepada pihak keluarga.

Berdasarkan data yang dihimpun, helikopter tersebut mengangkut delapan orang yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang. Dua kru tersebut adalah pilot Capt. Marindra Wibowo dan engineer Harun Arasyid, sementara enam penumpang lainnya berasal dari perusahaan KPN Corp atau KPN Plantations.

Selain delapan kantong jenazah, petugas juga menerima dua kantong tambahan berisi bagian atau barang yang ditemukan di lokasi jatuhnya helikopter. Seluruh temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses identifikasi.

Kepala rumah sakit, Josep Ginting, menyatakan bahwa seluruh kantong jenazah dan barang temuan akan diperiksa secara detail untuk memastikan kecocokan data.

“Selain delapan kantong jenazah, terdapat dua kantong yang berisi part atau barang dari lokasi kejadian. Semua akan kami identifikasi secara detail untuk membantu proses pencocokan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan menggunakan metode pencocokan data ante mortem dan post mortem. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan keakuratan identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga.

Untuk mendukung proses tersebut, pihak kepolisian juga telah mendirikan posko ante mortem di area rumah sakit. Posko ini digunakan untuk mengumpulkan berbagai data pendukung dari keluarga korban, seperti rekam medis, ciri fisik, hingga barang pribadi.

Ginting menegaskan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan sangat hati-hati dan profesional, mengingat pentingnya ketepatan data dalam penanganan korban kecelakaan.

Sementara itu, suasana haru menyelimuti area rumah sakit. Sejumlah keluarga korban tampak telah berada di lokasi sejak pagi hari, menunggu proses identifikasi dengan penuh harap.

Ketika kantong jenazah mulai diturunkan dari ambulans, suasana duka semakin terasa, mencerminkan kesedihan mendalam atas tragedi yang menimpa para korban.

Berita Terkait