08 December 2025, 18:24

Usai Ramaikan Trade Expo Indonesia 2025, UMKM Binaan BCA Kantongi Potensi Ekspor Rp110,9 Miliar

terbuka peluang jejaring bisnis ke 33 negara dengan nilai potensi ekspor yang mencapai sekitar Rp110,9 miliar.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,869
Usai Ramaikan Trade Expo Indonesia 2025, UMKM Binaan BCA Kantongi Potensi Ekspor Rp110,9 Miliar
Go Internasional! BCA Fasilitasi UMKM Makanan & Minuman Herbal Asal Jawa Tengah Teken MoU dengan Buyer Asal Rusia

Jakarta,Perspektif.co.id - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menegaskan perannya dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar global melalui program BCA UMKM Go Export. Setelah membawa 19 UMKM binaan Bakti BCA berpartisipasi pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di bulan Oktober, perseroan kini mengumumkan capaian konkret dari ajang promosi dagang berskala internasional tersebut.

Selama lima hari pelaksanaan TEI 2025 pada 15–19 Oktober, tercatat sebanyak 185 business matching yang melibatkan UMKM binaan BCA. Dari rangkaian pertemuan dagang itu, terbuka peluang jejaring bisnis ke 33 negara dengan nilai potensi ekspor yang mencapai sekitar Rp110,9 miliar. Negara-negara seperti India, Malaysia, Australia, Bangladesh, dan Singapura tercatat sebagai pasar yang menunjukkan minat tertinggi terhadap produk-produk UMKM Bakti BCA. Dari sisi komoditas, kopi, cokelat, dan rempah-rempah menjadi deretan produk yang paling banyak diburu buyer mancanegara.

Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih menyampaikan apresiasi terhadap daya saing pelaku usaha lokal. “UMKM Indonesia punya kapasitas besar untuk naik kelas dan bersaing di pasar internasional. Melalui BCA UMKM Go Export dan keikutsertaan di Trade Expo Indonesia 2025, kami ikut mendampingi pelaku usaha untuk memperoleh peluang ekspor yang nyata, bukan sekadar wacana,” ujar John. Ia menekankan bahwa pendampingan dan kolaborasi yang konsisten menjadi kunci membuka akses UMKM Tanah Air ke pasar global.

Tidak hanya berhenti pada penjajakan bisnis, sejumlah UMKM binaan BCA juga berhasil menandatangani kesepakatan perdagangan (Memorandum of Understanding/MoU) dengan buyer dari berbagai negara. Total nilai ekspor yang tercatat dari perjanjian dagang tersebut menembus lebih dari Rp12,4 miliar. Produk yang dikirim ke luar negeri mencakup edamame, bawang, gula kelapa, kopi, hingga rempah-rempah dengan tujuan ekspor antara lain Jerman, Belanda, Rusia, Hong Kong, dan Malaysia.

Salah satu cerita sukses datang dari UMKM lokal asal Salatiga, Jawa Tengah, yang difasilitasi BCA untuk menandatangani MoU dengan buyer asal Rusia di ajang TEI 2025. Bersama UMKM lain, pelaku usaha tersebut turut menyumbang realisasi nilai ekspor dalam klaster kerja sama dagang senilai lebih dari Rp12,4 miliar itu. Capaian ini menunjukkan bahwa pelaku usaha dari daerah pun memiliki peluang yang sama besar untuk menembus pasar nontradisional, selama mendapat akses dan dukungan yang tepat.

Partisipasi BCA dalam TEI 2025 menjadi kelanjutan dari program Inkubasi UMKM BCA Go Export, salah satu program unggulan Bakti BCA yang berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses ke pasar global. Selain pendampingan usaha, Bakti BCA juga aktif memberikan pelatihan dan fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Sepanjang 2023–2024, program ini telah menerbitkan lebih dari 3.000 sertifikat halal. Pada 2025, BCA menargetkan tambahan sekitar 2.000 sertifikat halal demi memperkuat daya saing produk UMKM di pasar internasional yang mensyaratkan standar kehalalan dan kualitas yang jelas.

“Kami ingin momentum ini menjadi titik awal bagi lebih banyak UMKM Indonesia untuk berani melangkah ke pasar ekspor. BCA akan terus mendampingi perjalanan mereka melalui pembinaan yang terarah, akses pasar yang relevan, serta semangat kolaborasi jangka panjang,” tutup John Kosasih.

Berita Terkait