22 May 2026, 14:36

Mencekam! Garda Revolusi Iran Kawal 31 Kapal Tembus Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS

Pengumuman tersebut disampaikan di tengah meningkatnya situasi keamanan akibat aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan perairan strategis tersebut.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
18
Mencekam! Garda Revolusi Iran Kawal 31 Kapal Tembus Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS
31 kapal dikawal Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz / Doc : istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan sedikitnya 31 kapal komersial berhasil melintasi Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir di bawah pengawalan langsung angkatan laut mereka. Pengumuman tersebut disampaikan di tengah meningkatnya situasi keamanan akibat aktivitas militer Amerika Serikat di kawasan perairan strategis tersebut.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut kapal-kapal yang berhasil melintas terdiri dari kapal tanker minyak hingga kapal kontainer yang menjalankan aktivitas perdagangan internasional. Seluruh kapal itu disebut melintas dengan aman melalui koordinasi ketat dan perlindungan penuh dari Angkatan Laut Garda Revolusi Iran.

Pernyataan tersebut dirilis Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC pada Kamis waktu setempat. Iran menegaskan pihaknya tetap berupaya menjaga jalur perdagangan global meski kondisi keamanan di kawasan semakin sensitif.

“Meskipun terjadi agresi militer teroris AS dan terciptanya ketidakamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz, Angkatan Laut IRGC berupaya untuk membangun jalur yang jelas dan aman untuk perlintasan dan kelanjutan perdagangan global,” demikian bunyi pernyataan resmi IRGC.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Sebagian besar distribusi minyak mentah global melewati koridor laut sempit tersebut. Karena itu, setiap eskalasi keamanan di kawasan langsung memicu perhatian dunia internasional dan pelaku pasar energi global.

Iran sebelumnya telah memperluas pengawasan terhadap jalur pelayaran di kawasan tersebut. Pemerintah di Teheran menetapkan sistem koordinasi baru yang mewajibkan kapal-kapal yang hendak melintas untuk memperoleh izin resmi terlebih dahulu.

Otoritas Selat Teluk Persia atau PGSA menyebut area pengawasan terbaru mencakup garis penghubung antara Gunung Mubarak di Iran dengan Fujairah bagian selatan di Uni Emirat Arab di sisi timur selat. Zona itu juga meluas hingga garis yang menghubungkan Pulau Qeshm di Iran dengan Umm Al Quwain di Uni Emirat Arab di sisi barat perairan.

Langkah tersebut mempertegas kendali de-facto Iran atas Selat Hormuz. Kendali itu dilakukan melalui pos pemeriksaan militer, inspeksi kapal, pengaturan diplomatik hingga sistem pengamanan khusus untuk menjamin kelancaran pelayaran internasional.

Berdasarkan laporan sejumlah pejabat pelayaran Asia dan Eropa yang dikutip Reuters, sistem pengawasan baru Iran memberikan prioritas kepada kapal-kapal yang berasal dari negara sekutu Teheran, termasuk China dan Rusia.

Sementara kapal dari negara lain disebut kemungkinan harus melalui prosedur tambahan, termasuk pengaturan diplomatik antar pemerintah hingga pembayaran biaya keamanan tertentu untuk memperoleh izin melintas di Selat Hormuz.

Dokumen yang diedarkan PGSA Iran kepada pelaku industri pelayaran juga menunjukkan adanya aturan ketat terhadap kapal-kapal yang hendak memasuki jalur tersebut. IRGC meminta setiap pemilik kapal menyerahkan informasi detail mengenai nilai muatan, bendera kapal, asal dan tujuan pelayaran, identitas pemilik dan operator kapal, hingga status kewarganegaraan awak kapal.

Tak hanya pemeriksaan administrasi, IRGC juga disebut dapat melakukan inspeksi fisik terhadap kapal selama proses verifikasi berlangsung. Pengawasan tersebut turut melibatkan sejumlah lembaga pemerintah Iran lainnya, termasuk Organisasi Pelabuhan dan Maritim, Kementerian Perindustrian, Pertambangan dan Perdagangan, serta badan keamanan di bawah Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Berita Terkait