05 May 2026, 13:19

Mencekam! Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar Mewah, 3 Penumpang Tewas dan Puluhan Masih Diisolasi

Otoritas kesehatan global mengonfirmasi adanya dugaan infeksi hantavirus dalam insiden tersebut, memicu kewaspadaan tinggi di antara penumpang dan negara tujuan

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
18
Mencekam! Wabah Hantavirus Serang Kapal Pesiar Mewah, 3 Penumpang Tewas dan Puluhan Masih Diisolasi
Ilustrasi Kapal Pesiar. Wabah mematikan di atas kapal pesiar mengungkap bahaya virus hanta yang sering mengecoh karena gejalanya menyerupai flu biasa namun berisiko menyebabkan gagal napas akut dengan tingkat kematian mencapai 40 persen.

INTERNATIONAL, Perspektif.co.id - Wabah penyakit langka kembali menggemparkan dunia pelayaran internasional setelah tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan kapal pesiar mewah MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik. Otoritas kesehatan global mengonfirmasi adanya dugaan infeksi hantavirus dalam insiden tersebut, memicu kewaspadaan tinggi di antara penumpang dan negara tujuan kapal.

Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa dua kasus hantavirus telah terkonfirmasi, sementara beberapa kasus lain masih dalam tahap investigasi. Peristiwa ini mencuat setelah tiga korban jiwa dilaporkan, terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman, serta satu penumpang asal Inggris berusia 69 tahun yang kini dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di Afrika Selatan.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, membenarkan identitas korban sekaligus menyampaikan bahwa seluruh prosedur kesehatan darurat telah diterapkan sejak munculnya kasus pertama di atas kapal. Situasi ini semakin kompleks lantaran kapal masih membawa ratusan penumpang di tengah laut.

Saat ini, kapal MV Hondius dilaporkan berlabuh di perairan lepas pantai Praia, ibu kota Tanjung Verde. Otoritas setempat melarang seluruh penumpang untuk turun guna mencegah potensi penyebaran virus ke daratan. Presiden Institut Kesehatan Masyarakat Nasional setempat menegaskan langkah tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap warga.

“Kita akan menunggu perkembangan selanjutnya. Kapal akan melanjutkan perjalanannya, dan penumpang tidak akan turun di sini di negara ini untuk melindungi penduduk,” ujar Maria da Luz Lima.

Selain dua kasus yang telah dipastikan, WHO juga tengah menyelidiki sedikitnya lima kasus lain yang diduga berkaitan dengan wabah di kapal tersebut. Total sebanyak 149 orang masih berada di dalam kapal dan dalam pengawasan ketat.

Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan dari hewan pengerat seperti tikus dan mencit melalui paparan feses, air liur, atau urine. Infeksi ini dikenal dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat yang disebut sindrom paru hantavirus, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi.

Gejala awal penyakit ini meliputi demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan. Pada tahap lanjut, penderita bisa mengalami batuk parah, sesak napas, hingga tekanan di dada yang mengancam jiwa. Dalam beberapa kasus lain yang ditemukan di Eropa dan Asia, hantavirus juga dapat memicu gangguan ginjal serius.

Hingga kini, belum tersedia pengobatan spesifik untuk infeksi hantavirus. Penanganan medis lebih difokuskan pada pengendalian gejala, termasuk bantuan pernapasan intensif bagi pasien dengan kondisi kritis. Tingkat fatalitas penyakit ini diperkirakan mencapai sekitar 38 persen, terutama pada pasien lanjut usia atau dengan sistem imun lemah.

Kapal MV Hondius sendiri memulai pelayaran dari Ushuaia, Argentina, lebih dari satu bulan lalu. Dalam perjalanannya, kapal sempat singgah di Antartika, kembali ke Ushuaia, lalu melanjutkan pelayaran menuju sejumlah pulau terpencil termasuk Saint Helena sebelum akhirnya tiba di wilayah Afrika Barat.

Para penumpang dalam perjalanan tersebut diketahui mengunjungi berbagai kawasan dengan keanekaragaman satwa liar, termasuk paus, lumba-lumba, penguin, dan burung laut. Kondisi ini membuka kemungkinan adanya paparan lingkungan alami yang menjadi habitat hewan pembawa virus.

Seorang pakar medis, Scott Miscovich, menyebut wabah hantavirus di kapal pesiar tergolong tidak biasa, terutama jika kapal tidak berasal dari wilayah endemik. Ia menduga kemungkinan penyebabnya antara lain kontaminasi dari kotoran tikus di kapal atau potensi penularan antar manusia dari varian tertentu seperti hantavirus Andes.

“Jika terbukti ada penularan antar manusia, hal itu akan mengubah masa depan kedokteran perjalanan dan penyakit menular,” ujarnya.

Berita Terkait