08 July 2026, 13:22

Harga iPhone 15 sampai 17 Series Kompak Naik di Indonesia, iPhone 18 Pro Diramal Makin Mahal September Nanti

Harga iPhone 15-17 series naik resmi di Indonesia Juli 2026, sementara iPhone 18 Pro diramal makin mahal saat meluncur September mendatang.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
6
Harga iPhone 15 sampai 17 Series Kompak Naik di Indonesia, iPhone 18 Pro Diramal Makin Mahal September Nanti
Kenaikan harga resmi iPhone 15, 16, 17, dan iPhone Air di Indonesia pada Juli 2026, seiring bocoran harga iPhone 18 Pro yang diprediksi lebih mahal saat rilis September mendatang. (Foto: Ilustrasi)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Jajaran iPhone resmi di Indonesia kompak naik harga pada awal Juli 2026. Apple melalui distributor resminya menaikkan banderol iPhone 15, iPhone 16, iPhone 16e, iPhone Air, hingga seluruh varian iPhone 17 series, hanya beberapa bulan sebelum generasi berikutnya diperkirakan meluncur September mendatang.

Berdasarkan pantauan di situs resmi iBox, Digimap, dan Blibli pada Senin, 6 Juli 2026, kenaikan harga ini merupakan bagian dari penyesuaian Suggested Retail Price (SRP) yang dipicu pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Sejumlah model bahkan kini dibanderol lebih mahal dibanding harga saat pertama kali dirilis di Indonesia.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada iPhone 17 Pro Max varian 256 GB, 1 TB, dan 2 TB yang masing-masing naik sekitar Rp1.050.000. iPhone 17 Pro naik sekitar Rp1 juta di seluruh varian memori, sementara iPhone 17 reguler naik sekitar Rp900.000 dibanding harga akhir Juni lalu.

Khusus iPhone 17e, harga tidak berubah dan tetap bertahan di angka Rp13.499.000 untuk varian 256 GB serta Rp17.999.000 untuk varian 512 GB, menjadikannya satu-satunya model dalam lini terbaru yang tak terdampak kenaikan.

Model lawas pun tak luput dari efek domino ini. iPhone 16e 128 GB kini dijual Rp12.749.000, naik dari Rp10.749.000 pada akhir Juni, bahkan lebih mahal dari harga rilisnya di Indonesia sebesar Rp12.499.000. iPhone 15 varian 128 GB juga melonjak ke Rp14.499.000, naik sekitar Rp2,2 juta dari harga sebelumnya di kisaran Rp12,2 juta.

CEO Apple Tim Cook akhirnya buka suara soal penyebab gelombang kenaikan harga di berbagai lini produk perusahaan, termasuk iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, dan Apple Vision Pro. Menurut Cook, pemicu utamanya adalah melonjaknya biaya komponen chip memori (RAM) dan penyimpanan NAND flash akibat tingginya permintaan industri kecerdasan buatan.

“Sayangnya, kenaikan harga sudah tidak bisa dihindari,” ujar Tim Cook dalam wawancara dengan The Wall Street Journal.

Cook menambahkan bahwa produsen memori terus membebankan kenaikan harga yang sangat besar kepada Apple, dan yang dibutuhkan perusahaan saat ini adalah harga serta pasokan memori kembali ke level yang wajar untuk produk-produk konsumen. Ia bahkan menyebut belum pernah melihat kondisi pasar memori seketat ini selama lebih dari 40 tahun berkarier.

Di tengah kenaikan resmi ini, konsumen sebenarnya masih berpeluang mendapat harga lebih murah lewat promo bank, cicilan 0 persen, atau program tukar tambah yang ditawarkan distributor resmi Apple di Indonesia.

Kabar kenaikan harga ini datang di saat publik mulai menanti kehadiran iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone lipat pertama Apple yang digadang meluncur pada 8 atau 9 September 2026. Jurnalis Bloomberg Mark Gurman menyebut tanggal tersebut sebagai jadwal paling mungkin berdasarkan pola peluncuran tahunan Apple.

Analisis The Wall Street Journal bersama firma riset TechInsights memprediksi iPhone 18 Pro akan dibanderol mulai US$1.299 hingga US$1.399, atau setara Rp23,1 juta sampai Rp24,9 juta dengan kurs sekitar Rp17.799 per dolar AS. Angka ini berarti kenaikan US$200 hingga US$300 dibanding iPhone 17 Pro yang mulai dari US$1.099 saat peluncurannya.

Jika prediksi tersebut akurat, iPhone 18 Pro Max diperkirakan dibanderol US$100 lebih tinggi dari iPhone 18 Pro, sementara iPhone Ultra sebagai ponsel lipat pertama Apple disebut-sebut bisa menyentuh harga sekitar US$2.000 atau setara Rp35,6 juta.

Berita Terkait