13 May 2026, 15:00

Sam Altman Bongkar Konflik Internal OpenAI, Sebut Gaya Elon Musk Rusak Moral Tim Peneliti

CEO OpenAI Sam Altman melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan Elon Musk dalam sidang gugatan yang kini memasuki pekan ketiga.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
12
Sam Altman Bongkar Konflik Internal OpenAI, Sebut Gaya Elon Musk Rusak Moral Tim Peneliti
sam altman kritik gaya kepemimpinan elon musk / Doc: istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - CEO OpenAI Sam Altman melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan Elon Musk dalam sidang gugatan yang kini memasuki pekan ketiga. Altman menyebut pendekatan Musk di masa awal OpenAI justru merusak budaya kerja dan moral tim riset kecerdasan buatan di perusahaan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Altman saat memberikan kesaksian di pengadilan terkait gugatan Musk terhadap OpenAI. Dalam kesaksiannya, Altman mengungkap Musk pernah meminta Presiden OpenAI Greg Brockman dan mantan kepala ilmuwan Ilya Sutskever membuat peringkat peneliti berdasarkan pencapaian kerja mereka.

Menurut Altman, Musk kemudian mendorong langkah pemangkasan besar terhadap para peneliti yang dianggap tidak memenuhi target dalam waktu singkat.

Altman mengakui pendekatan tersebut memang identik dengan gaya manajemen Musk yang dikenal agresif di berbagai perusahaan teknologi. Namun ia menilai pola seperti itu tidak cocok diterapkan dalam laboratorium riset kecerdasan buatan.

“Saya tidak berpikir Tuan Musk memahami cara menjalankan laboratorium riset yang baik,” ujar Altman dalam persidangan saat menjawab pertanyaan pengacaranya, William Savitt.

Ia menjelaskan riset kecerdasan buatan membutuhkan lingkungan kerja yang memberi rasa aman secara psikologis bagi para peneliti untuk mengembangkan ide jangka panjang tanpa tekanan hasil instan.

“Untuk laboratorium riset di mana orang membutuhkan keamanan psikologis dan waktu panjang untuk mengejar sebuah gagasan, ide bahwa kamu harus terus-menerus menunjukkan hasil, dan jika hasilnya tidak cukup baik dalam waktu singkat kamu akan dipecat. Itu benar-benar tidak cocok dengan jenis riset yang berhasil kami lakukan,” kata Altman.

Bahkan, Altman menyebut hengkangnya Musk dari OpenAI pada 2018 justru meningkatkan moral para pegawai karena mereka merasa tidak lagi harus bekerja dalam tekanan model kepemimpinan seperti itu.

“Meninggalkan perusahaan menjadi dorongan moral bagi tim,” ungkap Altman dalam kesaksiannya.

Musk sendiri merupakan salah satu pendiri OpenAI bersama Altman dan Brockman pada 2015. Namun ia keluar dari perusahaan tiga tahun kemudian. Saat itu, OpenAI menyatakan keputusan Musk dilakukan untuk menghindari konflik kepentingan dengan pengembangan teknologi AI di Tesla.

Meski demikian, jalannya persidangan kini mulai memperlihatkan dinamika internal berbeda di balik kepergian Musk dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan tersebut.

Dalam gugatan yang diajukan, Musk menuduh OpenAI telah menyimpang dari misi awal perusahaan yang disebut berfokus pada kepentingan kemanusiaan. Ia juga menuding Altman dan Brockman menipunya agar mau menggelontorkan dana besar ke perusahaan.

Namun pihak OpenAI dan Altman membantah seluruh tuduhan tersebut.

Persidangan kasus ini turut menghadirkan sejumlah tokoh penting dunia teknologi sebagai saksi, termasuk CEO Microsoft Satya Nadella, mantan CTO OpenAI Mira Murati, serta mantan anggota dewan OpenAI Shivon Zilis.

Berita Terkait