13 May 2026, 14:37

Ade Armando Blak-blakan Soal PSI: “Saya Sudah Dengar Ada yang Mau Saya Dikeluarkan”

Ade mengaku sejak lama telah mendengar adanya suara-suara di internal partai yang menginginkan dirinya dikeluarkan.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
10
Ade Armando Blak-blakan Soal PSI: “Saya Sudah Dengar Ada yang Mau Saya Dikeluarkan”
ade armando ungkap alasan keluar dari psi/ Doc: istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Pegiat media sosial sekaligus mantan politikus Partai Solidaritas Indonesia, Ade Armando, akhirnya buka suara secara terbuka mengenai alasan di balik pengunduran dirinya dari PSI. Ade mengaku sejak lama telah mendengar adanya suara-suara di internal partai yang menginginkan dirinya dikeluarkan.

Ade sebelumnya resmi mundur dari PSI pada 5 Mei 2026 melalui konferensi pers di kantor DPP PSI, Jakarta. Saat itu, ia menyatakan langkah mundur diambil karena kasus hukum dugaan penghasutan dan ujaran kebencian yang menjeratnya dianggap dapat membebani partai serta menghambat elektabilitas menuju Pemilu 2029.

Namun dalam wawancara di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking yang tayang Senin (11/5), Ade mengungkap terdapat dinamika lain di internal PSI yang selama ini tidak disampaikan ke publik.

“Kalau Anda bilang ada enggak tekanan gitu ya. Sebetulnya, saya udah dengar suara-suara di dalam PSI yang mengatakan bahwa saya harus diberhentikan, dikeluarkan,” ujar Ade.

Menurut Ade, keberadaannya di PSI dianggap mengganggu proses rebranding partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep. Meski demikian, ia mengaku tidak sepenuhnya memahami arah perubahan citra baru partai tersebut.

Ade mencontohkan salah satu pandangan yang berkembang di internal partai adalah anggapan bahwa dirinya membuat PSI sulit diterima oleh pemilih muslim. Ia mengaku telah mendengar berbagai bisikan mengenai keinginan agar dirinya tidak lagi berada di partai berlambang gajah itu.

“Nah itu dikatakan bahwa saya sebaiknya tidak lagi berada di PSI. Itu saya sudah dengar walaupun belum ada orang yang ngomong langsung ke saya,” katanya.

Di sisi lain, Ade menilai PSI saat ini tengah melakukan perubahan strategi politik untuk memperbaiki elektabilitas partai agar mampu lolos ke parlemen pada Pemilu mendatang. Ia bahkan meyakini kekuatan dukungan Presiden ketujuh RI Joko Widodo seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menarik basis pemilih baru.

“Yang perlu dilakukan adalah menggunakan kekuatan Pak Jokowi itu untuk menarik para pendukung Jokowi untuk melirik dan mendukung PSI. Di situ yang mesti kita lakukan,” ujarnya.

Ade juga mengkritik arah baru PSI yang menurutnya mulai meninggalkan nilai-nilai lama partai seperti pluralisme dan penghargaan terhadap kebhinekaan. Ia menilai pendekatan sebagian kader baru dalam merespons isu keagamaan justru tidak elegan.

“Masalahnya itu ditafsirkan dengan cara begini, pokoknya begitu ada keributan dengan kelompok yang menyebut mereka kelompok Islam ini harus langsung ditanggapi tapi dengan tidak cara yang elegan,” katanya.

Dalam kasus hukum yang menyeret namanya, Ade menilai respons PSI terhadap polemik dirinya dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menjadi titik puncak renggangnya hubungan dengan partai. Ia merasa tidak mendapatkan dukungan ketika dilaporkan terkait dugaan ujaran kebencian usai mengkritik ceramah Jusuf Kalla di UGM.

“Saya tidak ingin menyalahkan. Tapi ketika itu, PSI sendiri tidak mendukung saya jadinya. Karena tadi saya katakan, saya sudah dengar ada kalimat-kalimat Ade Armando mengganggu sekali, udah dilepasin aja,” ujar Ade.

Pernyataan Ade kemudian direspons Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus. Bestari mengingatkan bahwa Ade kini sudah bukan lagi bagian dari PSI sehingga persoalan hukum yang dihadapinya menjadi urusan pribadi.

Menurut Bestari, sejak Kongres PSI di Solo, Ade juga disebut tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan internal partai dan hanya berstatus anggota biasa yang pernah maju sebagai calon legislatif PSI.

“Menjadi penting untuk diketahui masyarakat umum juga bahwa Armando tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan PSI pasca kongres Solo. Sekedar anggota biasa yang kebetulan pernah diberi kesempatan untuk jadi caleg PSI,” ujar Bestari.

Ia pun meminta Ade fokus melakukan introspeksi diri dan tidak lagi mencampuri urusan internal partai.

“Ketimbang itu, ada baiknya saudara Ade Armando introspeksi diri dan menata diri sendiri dan tidak turut campur mengurusi institusi PSI dari sini dan ke depan,” katanya.

Berita Terkait