13 May 2026, 17:45

Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Niat, hingga Panduan Menjalankannya

Umat Islam sebentar lagi akan memasuki bulan Zulhijah 1447 Hijriah yang identik dengan berbagai amalan sunnah menjelang Hari Raya Idul Adha.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
5
Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Kapan? Ini Jadwal Lengkap, Niat, hingga Panduan Menjalankannya
kapan puasa tarwiyah dan arafah 2026/ Doc: istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Umat Islam sebentar lagi akan memasuki bulan Zulhijah 1447 Hijriah yang identik dengan berbagai amalan sunnah menjelang Hari Raya Idul Adha. Dua di antaranya yang paling banyak dikerjakan adalah puasa Tarwiyah dan puasa Arafah, ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam menyambut hari kurban.

Berdasarkan keterangan Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI, puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Zulhijah, sementara puasa Arafah dijalankan pada 9 Zulhijah. Kedua puasa tersebut berkaitan erat dengan rangkaian ibadah haji yang dilakukan jamaah di Tanah Suci.

Puasa Tarwiyah menjadi penanda persiapan jamaah menuju wukuf di Arafah, sedangkan puasa Arafah dianjurkan sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT menjelang Idul Adha.

Hingga kini, pemerintah Indonesia belum menetapkan secara resmi awal Zulhijah 1447 Hijriah karena masih menunggu sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Mei 2026.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan awal Zulhijah melalui maklumat resmi. Berdasarkan penetapan tersebut, 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.

Dengan acuan tersebut, jadwal puasa sunnah menjelang Idul Adha diperkirakan sebagai berikut:

  • 1 Zulhijah 1447 H: Senin, 18 Mei 2026
  • Puasa Tarwiyah atau 8 Zulhijah: Senin, 25 Mei 2026
  • Puasa Arafah atau 9 Zulhijah: Selasa, 26 Mei 2026
  • Idul Adha 1447 H atau 10 Zulhijah: Rabu, 27 Mei 2026

Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan menunggu hasil sidang isbat pemerintah untuk memastikan penetapan resmi awal Zulhijah tahun ini.

Dalam pelaksanaannya, umat Islam dianjurkan membaca niat sebelum menjalankan puasa sunnah tersebut sebagai bentuk kesungguhan ibadah.

Niat puasa Tarwiyah:
“نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى”

Latin:
“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.”

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala.”

Sementara niat puasa Arafah berbunyi:

“نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى”

Latin:
“Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala.”

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala.”

Selain membaca niat, umat Islam juga dianjurkan menjalankan sahur sebelum berpuasa. Sahur menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW karena mengandung keberkahan sekaligus membantu menjaga stamina tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

“Bersahurlah kalian karena dalam sahur terdapat keberkahan.”

Selama menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah, umat Islam juga dianjurkan menjaga ucapan serta perilaku dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti berkata bohong, bergunjing, bertengkar, atau meluapkan amarah berlebihan.

Saat waktu Magrib tiba, umat Islam dianjurkan segera berbuka puasa dan membaca doa berbuka.

“اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ”

Latin:
“Allāhumma laka shumtu wa bika āmantu wa ‘alā rizqika afthartu.”

Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Berita Terkait