13 May 2026, 14:25

54 Saham RI Bertahan di MSCI Usai Rebalancing, BBCA hingga GOTO Masih Jadi Andalan Asing

hingga saham kategori small cap yang masih dianggap layak menjadi acuan investor global.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
11
54 Saham RI Bertahan di MSCI Usai Rebalancing, BBCA hingga GOTO Masih Jadi Andalan Asing
daftar 54 saham indonesia di msci mei 2026 / Doc; Istimwa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Sebanyak 54 saham Indonesia dipastikan tetap bertahan dalam daftar indeks MSCI periode Mei 2026 setelah proses rebalancing atau penyesuaian komposisi indeks global diumumkan. Deretan saham tersebut terdiri dari emiten kapitalisasi besar, menengah, hingga saham kategori small cap yang masih dianggap layak menjadi acuan investor global.

Saham-saham unggulan seperti BBCA dan BBRI masih bertahan di jajaran MSCI Global Standard Index. Selain sektor perbankan, indeks juga tetap dihuni saham teknologi, tambang, telekomunikasi, hingga konsumer.

MSCI Indonesia sendiri menjadi salah satu acuan penting investor institusi global dalam menentukan alokasi dana di pasar saham domestik. Karena itu, setiap proses rebalancing MSCI selalu menjadi perhatian besar pelaku pasar modal lantaran dapat memengaruhi arus dana asing di Bursa Efek Indonesia.

Penyesuaian terbaru MSCI dijadwalkan mulai efektif pada 1 Juni 2026 mendatang. Perubahan komposisi indeks ini biasanya diikuti oleh manajer investasi global, reksa dana indeks, hingga Exchange Traded Fund (ETF) pasif yang menggunakan MSCI sebagai tolok ukur portofolio investasi.

Dalam kategori MSCI Global Standard Index periode Mei 2026, tercatat terdapat 11 saham Indonesia yang masih bertahan. Di antaranya saham perbankan jumbo, emiten teknologi, hingga perusahaan tambang besar.

Daftar saham Indonesia yang masih berada di MSCI Global Standard Index yakni:

ASII
BBCA
BBNI
BBRI
BMRI
BRMS
BRPT
CPIN
GOTO
TLKM
UNTR

Sementara itu, pada kategori MSCI Small Cap Index terdapat 43 saham Indonesia yang masih bertahan. Salah satu perubahan penting dalam penyesuaian kali ini adalah masuknya AMRT ke kategori small cap setelah sebelumnya turun kelas dari indeks kapitalisasi menengah.

Sejumlah emiten lain yang tetap berada di MSCI Small Cap Index antara lain ADRO, ARTO, BUKA, MDKA, PGAS, hingga SMGR.

Di sisi lain, MSCI juga resmi mendepak enam saham Indonesia berkapitalisasi besar dan menengah dari daftar globalnya. Saham yang keluar dari indeks tersebut meliputi AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, serta AMRT yang kini bergeser ke kategori small cap.

Perubahan tersebut terjadi di tengah kebijakan MSCI yang membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), penghentian sementara penambahan saham baru, serta evaluasi terhadap aksesibilitas pasar modal Indonesia.

 

Berita Terkait