30 December 2025, 14:29

PDIP Soroti soal Bantuan Asing ke Banjir Sumatra: Kemanusiaan Itu Universal

PDIP merespons dinamika penanganan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra yang belakangan ikut disorot karena isu masuknya bantuan internasional

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,705
PDIP Soroti soal Bantuan Asing ke Banjir Sumatra: Kemanusiaan Itu Universal
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, (CNN Indonesia/Farid)

POLITIK,Pespektif.co.id - DPP PDI Perjuangan (PDIP) merespons dinamika penanganan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra yang belakangan ikut disorot karena isu masuknya bantuan internasional. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mendorong pemerintah membuka ruang bantuan asing untuk mempercepat penanganan di lapangan, dengan menekankan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak seharusnya dibatasi sekat negara.

Hasto menyampaikan, prinsip kemanusiaan bersifat universal dan Indonesia juga memiliki rekam jejak mengulurkan bantuan ketika negara lain tertimpa bencana. Karena itu, menurutnya, bila ada bangsa lain yang ingin membantu korban bencana di Tanah Air, pintu bantuan sebaiknya tidak ditutup.

“Sebenarnya kemanusiaan itu universal. Kemanusiaan itu tidak berbicara tentang negara,” ujar Hasto kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025). 

Ia menambahkan, merujuk laporan relawan partainya di lokasi bencana, dukungan kemanusiaan dari luar negeri dinilai masih dibutuhkan untuk mempercepat proses penanganan serta pemulihan pascabencana. 

“Nah, sehingga berbagai pintu-pintu kemanusiaan dari bangsa-bangsa lain itu… sebaiknya untuk dapat dibuka,” kata Hasto. 

Pernyataan PDIP ini muncul di tengah sikap pemerintah yang sebelumnya menegaskan penanganan bencana di tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat—dinilai masih dapat dilakukan secara mandiri. Presiden Prabowo Subianto, misalnya, menyebut ada sejumlah pemimpin negara yang menawarkan bantuan, namun ia menegaskan Indonesia mampu mengatasinya. 

“Terima kasih concern Anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini,” kata Prabowo dalam rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Sejalan dengan itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin juga pernah menyampaikan evaluasi pemerintah menyimpulkan bencana tersebut bisa diatasi oleh kemampuan dalam negeri. Ia menyinggung ketersediaan sumber daya, mulai dari dukungan peralatan angkut hingga logistik, obat-obatan, dan tenaga medis, seraya membandingkan situasi sekarang dengan pengalaman Indonesia saat menghadapi tsunami Aceh 2004. 

Di sisi lain, di Aceh sudah ada bantuan lintas negara yang masuk melalui jalur kemanusiaan. Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menerima bantuan dari warga Malaysia yang diserahkan secara simbolis di Kabupaten Aceh Utara pada Minggu (28/12/2025). “Terima kasih banyak kepada saudara kita yang ada di Malaysia. Kami menerimanya dengan lapang dada, apa saja yang diberikan,” kata Mualem. 

Sebelumnya, Mualem juga menyampaikan sikap terbuka terhadap bantuan dari luar negeri saat menerima bantuan perusahaan multinasional, dengan menegaskan landasan kemanusiaan dalam situasi bencana. “Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja,” ujarnya. 

Berita Terkait