05 February 2026, 16:54

OTT Bea Cukai Terbongkar, KPK Amankan 17 Orang dari Aparat hingga Swasta

(KPK) mengamankan total 17 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan terkait pengurusan kegiatan impor di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
783
OTT Bea Cukai Terbongkar, KPK Amankan 17 Orang dari Aparat hingga Swasta
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)

Perspektif.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan total 17 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan terkait pengurusan kegiatan impor di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Penindakan tersebut berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk Jakarta dan Lampung, serta melibatkan unsur aparatur negara dan pihak swasta.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan, OTT ini merupakan pengembangan dari penanganan dugaan praktik korupsi dalam proses importasi barang. Dari total pihak yang diamankan, mayoritas merupakan pegawai Bea Cukai.

“Dalam lanjutan peristiwa tertangkap tangan terkait pengurusan importasi barang di Bea Cukai, tim telah mengamankan sejumlah 17 orang,” ujar Budi kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

Ia merinci, dari jumlah tersebut, 12 orang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sementara lima orang lainnya berasal dari pihak swasta, yakni PT BR. Seluruh pihak yang diamankan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK.

“Dua belas orang merupakan pegawai pada Ditjen Bea Cukai dan lima orang lainnya dari pihak PT BR. Saat ini, terhadap 17 orang yang diamankan tersebut, masih dilakukan pemeriksaan secara intensif,” lanjutnya.

Budi belum mengungkap secara detail konstruksi perkara maupun identitas lengkap pihak-pihak yang terjaring OTT. Namun, KPK memastikan status hukum terhadap para pihak tersebut akan diumumkan setelah proses gelar perkara rampung.

KPK juga mengonfirmasi bahwa salah satu pihak yang turut diamankan dalam operasi ini merupakan mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan di lingkungan Bea Cukai. OTT tersebut diduga berkaitan dengan praktik pengurusan impor yang melibatkan kerja sama antara oknum aparat dan pihak swasta.

“Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, KPK mengamankan sejumlah pihak di wilayah Jakarta dan juga di Lampung,” jelas Budi sebelumnya di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Berita Terkait