TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Setelah absen penuh selama lima tahun dari panggung flagship Tanah Air, Huawei akhirnya memecah keheningan itu dengan cara yang tidak tanggung-tanggung. Huawei secara resmi merilis Huawei Mate 80 Pro di Indonesia pada Kamis, 16 April 2026, dalam sebuah acara peluncuran yang digelar di Jakarta Pusat — menandai kembalinya seri Mate Pro ke pasar Indonesia untuk pertama kalinya sejak Huawei Mate 40 Pro hadir pada 2020 lalu.
Momentum ini bukan sekadar peluncuran produk biasa, melainkan pernyataan eksplisit bahwa Huawei belum melepas ambisinya di segmen premium Indonesia, justru di tengah persaingan yang kini semakin brutal antara Samsung, Apple, dan merek-merek Tiongkok lainnya.
Huiler Fan, CEO Huawei Device Indonesia, menegaskan makna strategis dari kehadiran ini dalam sesi peluncuran di Jakarta. “Mate 80 Pro sukses menjadi nomor satu di China. Kehadiran ponsel ini sangat ditunggu setelah terakhir Mate 40 Pro meluncur lima tahun lalu,” ujar Huiler Fan dalam acara tersebut.
Edy Supartono, Manajer Ritel Senior Huawei Device Indonesia, turut menegaskan posisi produk ini dalam ekosistem pasar lokal. “Huawei Mate 80 Pro kami rancang khusus untuk Anda yang memang menghargai detail dan kualitas tanpa kompromi — desain dual space slim yang ikonik dan filosofinya symmetrical aesthetic,” kata Edy Supartono di Jakarta, Kamis.
Di Indonesia, Huawei Mate 80 Pro hadir dalam satu konfigurasi memori: RAM 16 GB dengan penyimpanan internal 512 GB, dibanderol seharga Rp16.999.000. Harga tersebut menempatkan Mate 80 Pro tepat di zona persaingan langsung dengan Samsung Galaxy S25 dan iPhone 16 — sebuah medan yang selama ini dikuasai dua raksasa itu tanpa banyak perlawanan dari kubu Huawei. Perangkat ini tersedia melalui pre-order mulai 24 April 2026, baik secara online maupun offline di seluruh kanal resmi Huawei.
Selama periode promosi 24 April hingga 24 Mei 2026, Huawei menawarkan total benefit hingga Rp7,5 juta, mencakup cashback bank hingga Rp3 juta serta trade-in cashback hingga Rp2 juta. Pemesanan daring dapat dilakukan melalui Huawei Store, Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Blibli, Lazada, Erafone.com, Eraspace, dan Datascrip Mall, sementara pemesanan langsung tersedia di Huawei Authorized Experience Store, Erafone, Blibli, Urban Republic, Digiplus, dan mitra resmi lainnya.
Dari sisi layar, Mate 80 Pro membenamkan panel LTPO AMOLED 6,75 inci dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz, touch sampling rate 300 Hz, dan kecerahan puncak hingga 8.000 nits. Layar ini dilindungi Kunlun Glass generasi kedua yang diklaim memiliki ketahanan jatuh 20 kali lipat lebih baik dibanding pendahulunya. Resolusi layar mencapai 2832 × 1280 piksel dengan kerapatan 460 ppi, disertai teknologi 1.440 Hz High Frequency PWM Dimming untuk meredam kedipan layar demi kenyamanan mata pada penggunaan jangka panjang.
Sektor kamera menjadi jantung dari Mate 80 Pro, dengan sistem XMAGE dan teknologi True-to-Colour Camera 2.0 yang diklaim mampu menghasilkan akurasi warna mendekati kondisi nyata. Kamera utama 50MP Ultra Lighting dengan sensor 1/1.28 inci RYYB dilengkapi adjustable aperture F1.4–F4.0 dan OIS, dengan peningkatan penyerapan cahaya hingga 96 persen untuk kondisi minim cahaya. Kamera telefoto makro 48MP mendukung zoom optis 4x dengan fokus makro hingga jarak 5 cm, serta tersedia kamera ultra-wide 40MP (F2.2, RYYB). Fitur AI Composition juga hadir untuk membantu penyusunan komposisi gambar secara cerdas.
“Huawei Mate 80 Pro bisa menghasilkan gambar yang tajam, portrait yang kompleks dengan kombinasi berbagai warna karena sensor kameranya yang lebih besar, serta rentang dinamis yang lebih tinggi dan produksi warna lebih akurat,” ujar Edy Supartono dalam acara peluncuran di Jakarta.
Baterai Mate 80 Pro berkapasitas 5.500 mAh dengan dukungan fast charging 100W melalui kabel, 80W nirkabel, dan reverse charging 18W — artinya perangkat ini juga bisa difungsikan sebagai powerbank darurat untuk perangkat lain. Konektivitas mencakup WiFi, Bluetooth 6, GPS, NFC, port USB-C, dan pemindai sidik jari di samping, serta sertifikasi ketahanan debu dan air IP68 dan IP69. Huawei memilih tidak mengumumkan secara resmi chipset yang tertanam di unit Indonesia, namun berdasarkan versi global, Mate 80 Pro ditenagai SoC Kirin 9030 Pro buatan Huawei sendiri.
Desain “Dual Space Rings” dengan material vegan dan rangka kokoh diklaim meningkatkan resistensi terhadap benturan hingga lima kali lipat, dilengkapi sertifikasi IP68 dan IP69. Pilihan warna yang tersedia di Indonesia adalah hitam, emas, dan hijau. Satu aspek yang perlu dicermati calon pembeli adalah ekosistem software: Mate 80 Pro berjalan di atas HarmonyOS — bukan Android — sehingga tidak dilengkapi Google Mobile Services.
Sebagai pengganti, Huawei mengandalkan ekosistem Huawei Mobile Services (HMS) dengan toko aplikasi Huawei AppGallery. Keterbatasan GMS ini selama bertahun-tahun menjadi hambatan terbesar adopsi Huawei di luar Tiongkok, dan kini kembali menjadi pertanyaan utama yang akan menentukan seberapa jauh seri Mate 80 Pro mampu merebut hati pengguna premium Indonesia.
Fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan mencakup AI Remove, AI Best Expression, AI Gesture Control, dan AI Messaging — semuanya dirancang untuk mendukung pengolahan foto dan aktivitas digital harian. Huawei juga menyiapkan layanan purna jual eksklusif, termasuk penggantian baterai gratis satu kali selama lima tahun penggunaan, Accidental Warranty satu kali klaim dalam satu tahun, dan penggantian screen protector gratis empat kali selama dua tahun pemakaian.
Paket purna jual yang agresif ini tampaknya disiapkan Huawei sebagai argumen tambahan bagi pembeli yang masih ragu — sebuah sinyal bahwa kembalinya Huawei ke Indonesia bukan kunjungan singkat, melainkan komitmen jangka panjang di segmen premium yang tidak murah untuk diperebutkan.