20 February 2026, 14:59

KA Bandara Hantam Truk di Poris, Jadwal KRL Tangerang Kacau: 12 Perjalanan Batal, Penumpang Diimbau Cari Alternatif

Insiden kecelakaan di perlintasan sebidang kembali mengganggu mobilitas warga dan akses menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
854
KA Bandara Hantam Truk di Poris, Jadwal KRL Tangerang Kacau: 12 Perjalanan Batal, Penumpang Diimbau Cari Alternatif
Kereta Bandara Soekarno-Hatta anjlok usai menabrak sebuah truk di perlintasan sebidang JPL 21 lintas Rawa Buaya-Batuceper, Poris, Tangerang, Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 06.05 WIB.(KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo)

TANGERANG, Perspektif.co.id - Insiden kecelakaan di perlintasan sebidang kembali mengganggu mobilitas warga dan akses menuju Bandara Soekarno-Hatta. Commuter Line Basoetta (Kereta Bandara Soekarno-Hatta) nomor 806 mengalami kendala operasional setelah tertemper dan menabrak sebuah truk di perlintasan sebidang JPL 21 lintas Rawa Buaya–Batuceper, dekat Stasiun Poris, Kota Tangerang, Jumat (20/2/2026) pagi sekitar pukul 06.05 WIB. Benturan membuat rangkaian kereta keluar jalur dan menghalangi perjalanan kereta di lintas tersebut. 

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyatakan fokus awal petugas adalah memastikan keselamatan pengguna dan personel di lokasi kejadian. “Tidak ada korban dalam kejadian ini, seluruhnya aman dan sudah dievakuasi,” kata Karina dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026). 

KAI Commuter menyebut truk yang terlibat kecelakaan merupakan kendaraan pengangkut muatan yang mirip skoci. Sejumlah foto yang beredar dari dokumentasi kejadian memperlihatkan bagian kereta mengalami kerusakan seperti kaca pecah dan bodi penyok, sementara truk terseret hingga berada di area rel. 

Dampak tabrakan itu segera merembet ke layanan KRL lintas Duri–Tangerang dan layanan Basoetta. Untuk menekan dampak keterlambatan, operator menerapkan rekayasa pola operasi dan pembatalan perjalanan. “Guna menekan dampak keterlambatan, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi pada lintas Duri-Tangerang dan Commuter Line Basoetta. Berdasarkan data terkini, terdapat 11 perjalanan yang direkayasa dan 12 perjalanan yang dibatalkan,” ujar Karina. 

Pada lintas Tangerang, sejumlah perjalanan dipangkas rutenya. KAI Commuter mencatat delapan perjalanan Commuter Line lintas Tangerang—antara lain nomor 1912A, 1914A, 1922A, 1924A, 1932A, 1934A, 1942A, dan 1944A—hanya melayani sampai Stasiun Rawa Buaya untuk kemudian kembali menuju Stasiun Duri. Selain itu, Commuter Line nomor 1915A hanya melayani hingga Stasiun Tanah Tinggi untuk kembali ke Stasiun Tangerang. 

Sementara di layanan Basoetta, sebagian perjalanan juga mengalami pembatasan rute. KAI Commuter menyebut Basoetta nomor 803A dan 819A hanya melayani sampai Stasiun Batuceper untuk kemudian kembali menuju Bandara Soekarno-Hatta. 

Di sisi pembatalan, KAI Commuter memastikan ada enam perjalanan KRL Commuter Line lintas Tangerang yang tidak beroperasi, yakni nomor 1917A, 1918A, 1925A, 1926A, 1927A, dan 1928A. Adapun pada layanan Commuter Line Basoetta, enam perjalanan yang dibatalkan adalah nomor 810A, 811A, 804A, 817A, 820A, dan 833A. 

Karina menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna atas perubahan layanan tersebut. “Kami menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jasa akibat perubahan jadwal dan pembatalan perjalanan Commuter Line Basoetta dan Commuter Line lintas Tangerang-Duri,” tutur dia.

Untuk penumpang yang terdampak dan tetap harus mengejar penerbangan, operator menyiapkan langkah mitigasi. KAI Commuter menyediakan transportasi pengganti bagi pengguna Basoetta yang hendak melanjutkan perjalanan menuju bandara, sembari proses penanganan dan pemulihan lintas dilakukan. 

Selain itu, KAI Commuter juga membuka opsi pengembalian tiket penuh bagi penumpang yang sudah membeli tiket perjalanan ke atau dari Bandara Soekarno-Hatta. “Bagi pengguna Commuter Line Basoetta yang telah memiliki tiket dapat melakukan refund dengan pengembalian 100% di stasiun-stasiun pemberhentian Commuter Line Basoetta,” kata Karina. 

Di lapangan, proses evakuasi rangkaian yang keluar jalur masih berjalan. KAI Commuter berkoordinasi dengan KAI Daop 1 Jakarta dengan mengerahkan rangkaian kereta penolong ke lokasi kejadian agar jalur dapat segera dibuka kembali dan perjalanan berangsur normal. 

Berita Terkait