TANGERANG SELATAN, Perspektif.co.id — Penerimaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Kota Tangerang Selatan menembus angka Rp 279 miliar per tahun, menjadi salah satu penyumbang signifikan bagi pendapatan daerah. Besarnya pemasukan ini kini mulai diarahkan untuk memperluas layanan penerangan jalan umum (PJU) melalui program “Tangsel Terang 2026” yang menyasar ribuan titik baru di seluruh wilayah kota.
Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menunjukkan realisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor tenaga listrik sepanjang 2025 mencapai Rp279.798.984.680. Angka ini mencerminkan kontribusi besar dari pajak listrik yang dibayarkan masyarakat dan disalurkan langsung ke kas daerah.
Kepala Bidang Pelayanan dan Penetapan Bapenda Tangsel, Faisal Rachman, menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan pajak penerangan jalan dilakukan secara langsung oleh pihak penyedia listrik tanpa melalui perantara birokrasi yang panjang.
“PLN menyetorkan langsung atau mentransfer langsung ke kas daerah, sehingga Bapenda hanya mencatat setoran pajak atas PBJT listrik atau PPJ,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem ini membuat pencatatan menjadi lebih transparan dan akuntabel, karena data yang diterima pemerintah daerah berupa laporan realisasi penyetoran setiap bulan dari pihak PLN.
Secara struktur layanan, Kota Tangerang Selatan dilayani oleh dua Unit Induk Distribusi PLN, yakni wilayah Banten dan Jakarta. PLN UID Banten melalui UP3 Serpong melayani Kecamatan Serpong dan Serpong Utara, sementara PLN UID Jakarta Raya melalui UP3 Bintaro dan UP3 Ciputat mencakup wilayah Pondok Aren, Ciputat Timur, Ciputat, Pamulang, hingga Setu.
Dari sisi realisasi bulanan, penerimaan pajak listrik sepanjang 2025 cenderung stabil meski sempat mengalami penurunan pada kuartal kedua. Januari mencatat Rp23,97 miliar, turun menjadi Rp23,08 miliar pada Februari dan Rp21,13 miliar di Maret. Penurunan berlanjut hingga April yang hanya mencapai Rp19,30 miliar.
Namun tren berbalik pada Mei dengan Rp22,06 miliar, lalu meningkat di Juni sebesar Rp23,31 miliar dan terus menguat hingga akhir tahun. Puncak penerimaan terjadi pada Desember dengan angka Rp25,18 miliar, menjadi realisasi tertinggi sepanjang tahun.
Memasuki 2026, kinerja penerimaan tetap menunjukkan kontribusi positif. Hingga Maret, total realisasi telah mencapai Rp71.119.809.658, dengan rincian Januari Rp24,51 miliar, Februari Rp23,92 miliar, dan Maret Rp22,68 miliar.
Sejalan dengan tingginya penerimaan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai mengakselerasi pembangunan infrastruktur penerangan jalan. Melalui program Tangsel Terang 2026, pemerintah menargetkan pemasangan 2.222 titik lampu PJU baru yang tersebar di tujuh kecamatan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Ayep Jajat Sudrajat, menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini masih minim penerangan.
“Pemasangan PJU tahun ini akan dilakukan secara merata dengan menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, pemerataan penerangan jalan menjadi prioritas penting pemerintah daerah, mengingat perannya dalam mendukung aktivitas warga sekaligus menekan potensi gangguan keamanan di ruang publik.
Dengan dukungan penerimaan pajak yang stabil dan sistem pengelolaan yang transparan, Pemkot Tangsel optimistis program perluasan PJU dapat berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Infrastruktur penerangan yang memadai diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas hidup warga, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal.