YOGYAKARTA, Perspektif.co.id - Kasus dugaan kekerasan terhadap anak mengguncang Yogyakarta setelah sebuah tempat penitipan anak digerebek aparat kepolisian. Daycare Little Aresha yang berada di kawasan Umbulharjo didatangi petugas pada Jumat (24/4/2026) sore terkait dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan.
Penggerebekan tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Riski Adrian. Ia menyampaikan bahwa timnya langsung turun ke lokasi setelah menerima informasi terkait dugaan tindak kekerasan.
"Benar, Satuan Reserse Polresta Jogja tadi (Jumat) sore baru saja melakukan penggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo," ujar Riski kepada wartawan.
Dalam penyelidikan awal, polisi menduga terdapat pengelola daycare yang melakukan perlakuan tidak semestinya terhadap anak-anak. Dugaan tersebut mengarah pada tindakan kekerasan, penelantaran, hingga perlakuan diskriminatif terhadap anak.
"Yang diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak," jelasnya.
Peristiwa ini pertama kali diketahui para orang tua pada siang hari. Salah satu orang tua, Noorman, mengungkapkan bahwa informasi penggerebekan menyebar cepat di kalangan wali murid.
"Kalau penggerebekannya jam pastinya saya tidak tahu ya, yang jelas sekitar jam 2 siang ke atas. Istri saya dihubungi rekannya yang sama-sama penitipan anak di sana, menginfokan bahwa ada penggerebekan," kata Noorman.
Setelah menerima kabar tersebut, orang tua langsung mendatangi lokasi untuk menjemput anak-anak mereka. Situasi di lokasi pun berubah menjadi ramai dengan kehadiran orang tua dan aparat kepolisian.
Noorman mengaku sempat melihat rekaman video yang diperlihatkan pihak kepolisian. Dari rekaman itu, ia menilai anak-anak mengalami perlakuan yang tidak manusiawi selama berada di daycare tersebut.
"Itu saya dilihatin videonya dari pihak kepolisian, pas posisi penggerebekan. Ternyata anak-anak itu diperlakukan tidak manusiawi selama dititipkan di sana," ungkapnya.
Dalam proses penanganan, sejumlah pihak dari pengelola daycare, termasuk pengurus dan pengasuh, diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Para orang tua pun berharap kasus ini tidak berhenti di tengah jalan dan dapat diusut hingga tuntas.
"Kami minta kasus ini terus dikawal sampai tuntas. Kalau enggak dikawal nanti kami takut kasus ini hilang begitu saja," tegas Noorman.
Di sisi lain, warga sekitar mengaku terkejut dengan adanya dugaan penganiayaan tersebut. Seorang warga berinisial F (40) mengatakan selama ini aktivitas daycare terlihat normal dari luar.
"Ya ramai, nggak ada apa-apa. Cuma penjemputan, pengantaran saja," ujarnya.
Meski demikian, ia mengaku kerap mendengar tangisan anak dari dalam bangunan. Namun, hal tersebut tidak menimbulkan kecurigaan karena dianggap wajar.
"Ya nangis-nangis sering dengar, kan namanya juga bayi toh," katanya.