JAKARTA, Perspektif.co.id - KAI Commuter berhasil mengamankan seorang pria yang diduga melakukan pelecehan seksual di dalam kereta rel listrik (KRL) setelah rekaman aksinya beredar luas di media sosial. Penindakan dilakukan sebagai respons atas laporan korban pada Minggu (22/2) yang segera ditindaklanjuti melalui pelacakan berbasis sistem CCTV Analytic.
Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa identifikasi terduga pelaku dilakukan dengan menelusuri rekaman kamera pengawas di area stasiun dan rangkaian kereta. Dari hasil analisis tersebut, petugas memperoleh ciri-ciri yang mengarah pada satu individu.
“Setelahnya kami melakukan konfirmasi kepada korban untuk kesesuaian terduga pelaku, agar selanjutnya dimasukkan ke dalam daftar cekal (blacklist),” ujar Leza dalam keterangan resmi, Sabtu (28/2).
Langkah blacklist tersebut membuat sistem keamanan secara otomatis mendeteksi keberadaan yang bersangkutan apabila kembali memasuki area layanan Commuter Line. Pada Jumat (27/2), sistem memberikan notifikasi ketika pelaku terpantau masuk ke kawasan stasiun.
Petugas keamanan yang menerima peringatan itu langsung berkoordinasi di lapangan untuk mengamankan terduga pelaku. Ia kemudian dibawa ke Stasiun Bojonggede guna menjalani pemeriksaan awal sebelum proses hukum dilanjutkan.
Dalam penanganan kasus ini, korban turut dihadirkan untuk proses klarifikasi. KAI Commuter selanjutnya mendampingi korban dalam penyerahan pelaku ke Polres Depok agar proses hukum dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain mengambil langkah tegas terhadap terduga pelaku, perusahaan menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan menyeluruh kepada korban. “KAI Commuter juga akan memberikan pendampingan kepada pihak korban, baik secara hukum maupun psikologis, untuk menguatkan korban,” kata Leza.
Manajemen KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami korban dan menegaskan keberpihakan perusahaan terhadap keamanan dan keselamatan seluruh pengguna jasa. Insiden ini menjadi perhatian serius, mengingat KRL merupakan moda transportasi publik dengan mobilitas penumpang yang tinggi setiap harinya.
Perusahaan turut mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap lingkungan sekitar saat menggunakan layanan Commuter Line. Pengguna diminta tidak ragu untuk melaporkan setiap dugaan tindakan pelecehan kepada petugas.
“KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk peduli pada situasi sekitar saat menggunakan Commuter Line, berani bertindak dan speak up atau melaporkan segala bentuk pelecehan seksual kepada petugas,” tegas Leza.