15 October 2025, 15:09

ITG Kembangkan Aplikasi “Stunshield” untuk Dukung Transformasi Posyandu Digital di Garut

Aplikasi Stunshield buatan ITG bantu kader posyandu Garut tingkatkan literasi gizi dan cegah stunting lewat inovasi posyandu digital.

Reporter: Admin Reporter
Editor: Ihsan Nurdin
3,551
ITG Kembangkan Aplikasi “Stunshield” untuk Dukung Transformasi Posyandu Digital di Garut
Inovasi digital Stunshield hadir sebagai solusi pencegahan stunting berbasis teknologi.

GARUT, Perspektif.co.id - Tim dosen Institut Teknologi Garut (ITG) mengembangkan aplikasi digital inovatif bernama Stunshield (Stunting Shield App) untuk mendukung edukasi gizi dan pencegahan stunting berbasis teknologi. Aplikasi ini dirancang agar kader posyandu dan masyarakat lebih mudah memantau status gizi anak melalui pendekatan digital.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Karisma, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Tim pengembang terdiri atas tiga dosen ITG, yakni Dewi Tresnawati, Andri Ikhwana, dan Ridwan Setiawan dari Program Studi Teknik Informatika.

Ketua tim, Dewi Tresnawati, menjelaskan bahwa inovasi ini berangkat dari masih rendahnya literasi gizi dan terbatasnya media edukasi digital di posyandu.

“Sebagian besar masyarakat sebenarnya sudah akrab dengan smartphone, tetapi belum banyak yang memanfaatkannya untuk edukasi gizi. Melalui Stunshield, kader posyandu kini bisa menjadi fasilitator digital yang aktif memberikan edukasi dan pemantauan gizi anak,” ujar Dewi.

Fitur Edukasi dan Pemantauan Gizi
Aplikasi Stunshield menghadirkan fitur utama seperti kalkulator gizi anak, resep makanan sehat berdasarkan Panduan Gizi Seimbang Kemenkes RI, artikel edukatif yang mudah dipahami, serta forum daring untuk interaksi antara kader dan masyarakat.

Sebagai bagian dari program PkM, tim ITG juga memberikan pelatihan pengelolaan konten digital bagi kader posyandu dan sosialisasi pemanfaatan aplikasi bagi masyarakat. Pendampingan dilakukan secara rutin melalui kegiatan posyandu dan grup daring “Karisma Sehat Digital.”

Tingkatkan Literasi Gizi dan Kemandirian Kader
Kegiatan ini menunjukkan hasil positif: terjadi peningkatan pengetahuan gizi masyarakat hingga 32 persen, serta tumbuhnya kemampuan kader mengelola konten digital secara mandiri.

“Yang membanggakan, kader kini bisa membuat dan memperbarui konten tanpa bantuan tim ITG. Ini bukti keberhasilan transfer teknologi dan kemandirian digital di tingkat komunitas,” tambah Dewi.

Menuju Replikasi di Posyandu Lain
Tim ITG kini tengah menyiapkan versi lanjutan aplikasi dengan integrasi data posyandu dan fitur konsultasi gizi daring.

Inisiatif ini sejalan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

“Kami berharap Stunshield dapat menjadi inspirasi bagi posyandu lain di Indonesia untuk bertransformasi menuju posyandu digital yang mandiri dan berdaya,” tutup Dewi Tresnawati.

Berita Terkait