07 March 2026, 14:11

Xiaomi Kejutkan Industri: Agen AI “miclaw” Mulai Diuji, Siap Jalankan Perintah Kompleks Tanpa Campur Tangan Pengguna

Xiaomi mulai uji coba miclaw, agen AI baru yang mampu mengeksekusi tugas kompleks lintas aplikasi dan perangkat secara otomatis.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
229
Xiaomi Kejutkan Industri: Agen AI “miclaw” Mulai Diuji, Siap Jalankan Perintah Kompleks Tanpa Campur Tangan Pengguna
Ilustrasi editorial AI agent Xiaomi miclaw menghubungkan smartphone, smart home, dan EV dengan alur otomatisasi multi-langkah berbasis MiMo LLM. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Xiaomi resmi memulai pengujian terbatas untuk miclaw, agen AI generasi baru yang dirancang untuk mengeksekusi tugas lintas aplikasi dan perangkat tanpa perlu interaksi manual. Program uji coba ini digelar di Tiongkok dan hanya dapat diakses melalui undangan pada Xiaomi 17 Ultra dan Xiaomi 17 Pro, menandai langkah agresif perusahaan dalam persaingan AI agent yang semakin panas.

Dalam pengumumannya, Xiaomi menegaskan bahwa miclaw bukan sekadar chatbot, melainkan sistem eksekusi otomatis yang mampu memahami konteks personal, membaca kebiasaan pengguna, dan menjalankan rangkaian perintah multi-langkah secara mandiri. Teknologi ini dibangun di atas MiMo, model bahasa besar milik Xiaomi yang menjadi fondasi seluruh kemampuan inferensi dan eksekusi miclaw.

“Setelah memahami niat Anda dan menerima otorisasi, miclaw dapat memanggil aplikasi pihak ketiga, memanfaatkan kemampuan ekosistem, dan memilih alat sistem yang tepat untuk menyelesaikan perintah Anda,” ujar Xiaomi dalam pernyataan resminya.

Agen AI ini dirancang untuk bekerja di seluruh ekosistem “human–car–home” Xiaomi, termasuk smartphone, perangkat IoT, hingga kendaraan listrik. Dengan arsitektur inferensi-eksekusi yang berjalan secara asinkron, miclaw mampu memproses perintah kompleks sambil tetap responsif, bahkan ketika harus mengoordinasikan banyak perangkat sekaligus.

“miclaw dapat mengeksekusi perintah samar, mempertahankan konteks hingga lebih dari 20 langkah, dan membuat keputusan cerdas seperti mematikan suara ponsel saat rapat atau menghentikan robot vacuum,” tulis laporan XiaomiTime mengenai kemampuan memori tiga lapis yang menjadi inti sistem ini.

Xiaomi menyebut miclaw sebagai evolusi dari asisten berbasis dialog menuju agen yang mampu melakukan tindakan nyata. Dengan kemampuan mengakses data terotorisasi seperti kalender atau SMS, miclaw bahkan dapat memberikan rekomendasi finansial, termasuk analisis penghematan biaya langganan yang diklaim bisa mencapai sekitar USD 55 per tahun atau sekitar Rp 880.000.

Meski sudah memasuki fase beta tertutup, Xiaomi belum mengungkap jadwal peluncuran publik. Namun langkah ini jelas menunjukkan ambisi perusahaan untuk mengamankan posisi dalam pasar AI agent Tiongkok yang kini dipenuhi pemain seperti OpenClaw, Moltbot, dan Huawei.

Berita Terkait