02 June 2026, 18:13

DeepSeek Guncang Industri AI: Tolak Keuntungan Demi Kejar AGI dengan Valuasi Fantastis Rp790 Triliun

DeepSeek menolak fokus keuntungan demi mengejar AGI dengan valuasi mencapai Rp790 triliun. Simak ambisi pendiri Liang Wanfeng dalam pendanaan terbaru ini.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
79
DeepSeek Guncang Industri AI: Tolak Keuntungan Demi Kejar AGI dengan Valuasi Fantastis Rp790 Triliun
Startup AI inovatif yang fokus pada pengembangan open-source AGI. Temukan visi teknologi masa depan dari perusahaan yang mengguncang industri dengan model AI efisien mereka. (Foto: Deepseek)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Liang Wanfeng, pendiri startup AI asal Tiongkok, DeepSeek, secara tegas menolak tekanan pasar untuk fokus pada pendapatan jangka pendek. Dalam serangkaian pertemuan dengan para investor global, Liang menyatakan komitmennya untuk memprioritaskan pengembangan Artificial General Intelligence (AGI) di atas perolehan laba komersial instan.

Langkah berani ini terungkap berdasarkan laporan Bloomberg yang menyoroti pergeseran strategi perusahaan di tengah putaran pendanaan besar-besaran. DeepSeek bertekad untuk terus membangun model open-source AI sebagai inti dari visi jangka panjang mereka, alih-alih mengejar monetisasi cepat yang kini menjadi tuntutan banyak startup teknologi pesaing.

DeepSeek menargetkan perolehan modal antara USD 3 miliar hingga USD 4 miliar atau setara dengan Rp47,4 triliun hingga Rp63,2 triliun. Laporan dari Reuters mengindikasikan bahwa dana tersebut akan digunakan secara masif untuk meningkatkan kemampuan komputasi perusahaan yang kini mencapai valuasi fantastis hingga USD 50 miliar atau sekitar Rp790 triliun.

"Tujuan utama DeepSeek adalah mendorong batasan teknologi daripada sekadar monetisasi," ujar sumber yang mengetahui langsung isi pertemuan tersebut kepada pihak Bloomberg.

Strategi ini menempatkan DeepSeek pada posisi unik di peta persaingan teknologi, terutama setelah mereka muncul dari firma perdagangan kuantitatif High-Flyer dengan model R1 yang dirancang tanpa modal ventura eksternal. Perusahaan ini secara konsisten mempertahankan identitas open-source dalam setiap rilis model mereka, sebuah langkah yang menantang asumsi biaya pembangunan sistem AI kompetitif di pasar global menurut catatan The Insider.

"Saya percaya AGI bisa tiba dalam dua hingga sepuluh tahun, dan DeepSeek dibangun untuk mempercepat garis waktu tersebut," ungkap Liang Wanfeng kepada pihak The Insider mengenai ambisi jangka panjang perusahaannya.

Keseriusan DeepSeek menarik minat berbagai pihak besar, termasuk raksasa teknologi Tencent yang dikabarkan tengah melakukan diskusi investasi strategis. Data dari Reuters juga mengonfirmasi bahwa China Integrated Circuit Industry Investment Fund atau yang sering dijuluki Big Fund, turut mempertimbangkan posisi untuk memimpin putaran pendanaan ini guna memperkuat infrastruktur AI mereka.

Seiring dengan kemajuan tersebut, perusahaan dikabarkan tengah bersiap meluncurkan model V4.1 pada Juni mendatang. Milestone ini menjadi penggalangan dana eksternal pertama bagi DeepSeek sejak berdiri tahun 2023, sebuah langkah besar yang diprediksi akan mengubah lanskap kompetisi AI setelah efisiensi model mereka sebelumnya mengguncang pasar internasional.

Berita Terkait