04 March 2026, 15:07

Iran Ultimatum Eropa: Ikut Campur Perang, Kota-Kota Anda Jadi Target Serangan!

Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara Eropa agar tidak ikut bergabung dalam perang melawan Teheran.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,252
Iran Ultimatum Eropa: Ikut Campur Perang, Kota-Kota Anda Jadi Target Serangan!
Ilustrasi bendera Iran (Foto: dok. Reuters)

Perspektif.co.id - Pemerintah Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara Eropa agar tidak ikut bergabung dalam perang melawan Teheran. Dalam pengumuman resmi di Teheran pada Selasa (3/3) waktu setempat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan setiap langkah yang dilakukan Eropa akan dipandang sebagai eskalasi langsung dan dapat memperluas jangkauan serangan balasan Iran hingga menyasar kota-kota di Eropa.

Peringatan itu muncul setelah beberapa negara Eropa menyatakan bisa mengambil “tindakan defensif” menghadapi kemampuan peluncuran rudal Iran. Teheran menilai langkah semacam itu bukan sekadar upaya perlindungan, melainkan bentuk keterlibatan dalam konflik bersama pihak yang mereka sebut agresor. Iran pun menyampaikan sinyal bahwa responsnya tidak akan terbatas pada kawasan Timur Tengah bila Eropa memilih ikut terlibat.

“Itu akan menjadi tindakan perang. Tindakan apa pun terhadap Iran akan dianggap sebagai keterlibatan dengan para agresor. Itu akan dianggap sebagai tindakan perang terhadap Iran,” kata Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran. Ia menambahkan argumen Teheran bahwa dalih “defensif” tidak bisa dipisahkan dari dampak ofensifnya terhadap kapasitas Iran. “Defensif sama artinya dengan ofensif, tidak masuk akal, apakah mereka ingin menghilangkan kemampuan dan kapasitas Iran untuk melawan agresor,” ujarnya dalam konferensi pers yang dikutip media pemerintah Iran.

Baghaei juga memperingatkan bahwa akan “sangat disayangkan” bila negara-negara Eropa berpihak pada agresor, seraya menyebut Eropa dinilai sudah cukup banyak mengambil langkah yang merugikan Iran. Teheran, dalam pernyataan yang berkembang setelah itu, menegaskan aksi Eropa akan dibaca sebagai provokasi langsung yang berisiko memperluas target serangan balasan Iran ke luar Timur Tengah.

Pernyataan bernada ultimatum ini muncul saat negara-negara Eropa memperkuat postur pertahanan karena konflik Iran dikhawatirkan meluas dan memunculkan ancaman baru bagi keamanan Eropa. Ketegangan kian terasa setelah serangan yang dikaitkan dengan Iran menargetkan aset militer Inggris di Siprus. Pada Senin (2/3), sebuah drone tempur buatan Iran dilaporkan mengarah ke pangkalan RAF Akrotiri milik Angkatan Udara Inggris di Siprus, yang berada di wilayah Uni Eropa. Sejumlah pejabat meyakini drone itu ditembakkan dari Lebanon, dengan dugaan keterkaitan kelompok militan Hizbullah.

Perkembangan tersebut mendorong Inggris memperkuat pertahanan pangkalan militernya di pulau Mediterania itu. Media Inggris melaporkan Perdana Menteri Keir Starmer mempertimbangkan pengerahan kapal-kapal perang untuk memperkuat perlindungan pangkalan dari potensi serangan lanjutan, terutama menghadapi ancaman rudal dan drone. Di saat bersamaan, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga memerintahkan kapal induk Prancis bergerak untuk memperkuat posisi pertahanan sekutu di tengah eskalasi perang di kawasan.

Dari perspektif ekonomi, meningkatnya tensi Iran–Eropa menambah lapis ketidakpastian bagi pasar, terutama yang sensitif pada risiko geopolitik kawasan Timur Tengah dan Mediterania. Ancaman perluasan konflik ke Eropa berpotensi memicu pengetatan keamanan, penyesuaian rute penerbangan serta pelayaran, hingga kenaikan biaya logistik dan asuransi. Di level regional, eskalasi ini juga dapat memengaruhi sentimen terhadap pasokan energi dan stabilitas jalur distribusi, mengingat kawasan Teluk dan sekitarnya merupakan simpul penting perdagangan global.

Berita Terkait