01 July 2026, 09:14

Bocor Total! 200 Ribu File Rahasia Apple soal iPhone 18 Pro Beredar di Dark Web usai Pabrik Tata di India Diretas

Lebih dari 200 ribu file rahasia Apple bocor di dark web usai pabrik Tata Electronics di India diretas, termasuk detail komponen iPhone 18 Pro.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
111
Bocor Total! 200 Ribu File Rahasia Apple soal iPhone 18 Pro Beredar di Dark Web usai Pabrik Tata di India Diretas
Kebocoran 630 GB data dari pabrik Tata Electronics di India mengekspos detail komponen iPhone 18 Pro yang belum dirilis. (Foto: Ilustrasi)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Sebuah kebocoran data besar-besaran mengguncang rantai pasok Apple setelah lebih dari 200.000 berkas rahasia milik perusahaan tersebut, termasuk detail komponen iPhone 18 Pro yang belum dirilis, ditemukan beredar di dark web. Kelompok ransomware bernama World Leaks mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber terhadap Tata Electronics, mitra manufaktur utama Apple di India, dengan total data bocor mencapai 630 GB sejak sekitar 10 Juni 2026, menurut laporan Reuters.

Tata Electronics akhirnya mengonfirmasi insiden tersebut pada akhir Juni 2026 lalu, dan menyebut telah langsung mengaktifkan protokol tanggap darurat begitu ancaman terdeteksi beberapa minggu sebelumnya.

“Insiden ini terdeteksi beberapa minggu lalu dan kami langsung mengaktifkan protokol respons,” ujar pihak Tata Electronics dalam pernyataan resmi kepada Reuters.

Perusahaan asal India itu menegaskan operasional bisnisnya tidak terganggu meski sistem internal sempat disusupi. Menurut laporan Reuters, sedikitnya enam berkas dalam data bocor tersebut memetakan chip, baterai, dan modul kamera iPhone 18 Pro ke pemasok spesifiknya masing-masing, sesuatu yang selama ini dijaga ketat kerahasiaannya oleh Apple.

Berkas yang beredar juga disebut mencakup foto internal uji jatuh (drop test) unit iPhone 18 Pro yang belum diluncurkan, cetak biru komponen, hingga dokumen berstempel “confidential” milik Apple. Selain itu, data lama sejak 2021 turut ditemukan berupa standar inspeksi kualitas komponen papan sirkuit iPhone, log kejadian bertahun-tahun, email internal, dan salinan paspor karyawan termasuk warga negara asing.

Apple hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kebocoran ini, namun sumber yang mengetahui langsung persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan tengah menginvestigasi insiden itu bersama Tata.

“Analisis menyeluruh tengah berlangsung,” kata sumber tersebut kepada Reuters.

Sumber lain yang mengetahui diskusi internal Apple, sebagaimana dikutip Moneycontrol, mengklaim sebagian besar data yang bocor berusia lama dan tidak menyangkut informasi operasional yang sensitif.

“Data ini tidak berisi informasi operasional yang kritis atau sensitif,” ujar sumber tersebut kepada Moneycontrol.

Skala kebocoran ini tidak berhenti di Apple. Reuters mengidentifikasi setidaknya 16 berkas dan folder dokumen milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), serta 23 berkas terkait Qualcomm, dalam tumpukan data yang sama. Tesla, klien Tata Electronics lainnya, turut menjadi korban dengan gambar teknik rekayasa yang ikut tersebar. World Leaks sebelumnya juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber terhadap Nike.

Insiden ini terjadi di tengah ekspansi besar-besaran Apple memindahkan sebagian produksi dari China ke India. Menurut riset Counterpoint Research, India diperkirakan memproduksi sekitar 26 persen dari total iPhone dunia pada 2026, melonjak tajam dari hanya 6 persen empat tahun lalu, menjadikan Tata Electronics salah satu mitra manufaktur terpenting Apple di luar China.

Waktu kebocoran ini terbilang sensitif karena bertepatan dengan persiapan peluncuran iPhone 18 Pro yang digadang tampil berdampingan dengan iPhone Ultra, ponsel lipat pertama Apple, pada acara peluncuran September mendatang meski keduanya tidak akan dirilis bersamaan.

Sebagai gambaran skala bisnis yang dipertaruhkan, kapitalisasi pasar Apple saat ini tercatat sekitar 4,14 triliun dolar AS, atau setara lebih dari Rp67.900 kuadriliun berdasarkan kurs saat ini, menjadikan setiap potensi kebocoran data manufaktur sebagai risiko besar bagi negosiasi dan reputasi perusahaan.

Tata Electronics disebut telah membatasi akses ke sistem internal sensitif dan menyewa firma konsultan global untuk melakukan audit forensik menyeluruh guna memperkuat keamanan siber pascainsiden. Baik Apple maupun Tata hingga berita ini diturunkan belum memberikan konfirmasi resmi soal keaslian dokumen iPhone 18 Pro yang bocor, sementara World Leaks juga belum merespons permintaan konfirmasi dari media.

Berita Terkait