20 December 2025, 15:04

Iran Gantung Lagi Terduga Mata-mata Israel: Aktivis Klaim “Pengakuan di Bawah Penyiksaan”,

Pengadilan Iran kembali mengeksekusi mati seorang pria yang dituduh menjadi mata-mata Israel pada Sabtu (20/12/2025).

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,573
Iran Gantung Lagi Terduga Mata-mata Israel: Aktivis Klaim “Pengakuan di Bawah Penyiksaan”,
Iran kembali eksekusi mati pria yang dituduh jadi mata-mata Israel. (/iStockphoto/PsychoBeard)

Perspektif.co.id - Pengadilan Iran kembali mengeksekusi mati seorang pria yang dituduh menjadi mata-mata Israel pada Sabtu (20/12/2025). Terdakwa bernama Aghil Keshavarz disebut telah divonis hukuman gantung setelah pengadilan menyatakannya bersalah atas tuduhan spionase untuk Israel, sebagaimana dilaporkan media peradilan Iran, Mizan, yang dikutip kantor berita Reuters. 

Dalam pemberitaan tersebut, Keshavarz juga disebut memiliki keterkaitan dengan kelompok oposisi Iran. Eksekusi ini menambah deretan hukuman mati yang dijatuhkan Teheran terhadap orang-orang yang dinilai membantu operasi intelijen Israel di dalam negeri—sebuah tren yang disebut meningkat dalam beberapa bulan terakhir, seiring eskalasi konflik Iran–Israel sepanjang 2025. 

Kelompok aktivis hak asasi manusia yang berbasis di Oslo, Iran Human Rights, menyatakan di platform X bahwa pria yang dieksekusi berusia 27 tahun dan disebut sebagai mahasiswa arsitektur. Aktivis itu mengklaim vonis mati dijatuhkan terkait aktivitas spionase Israel “berdasarkan pengakuannya setelah mengalami penyiksaan.”

Di sisi lain, laporan media dan otoritas Iran—sebagaimana dirangkum Associated Press—menyebut Keshavarz didakwa melakukan kerja sama intelijen yang luas dengan Mossad, termasuk memotret lokasi militer dan keamanan di beberapa kota. Ia dilaporkan ditangkap pada Mei saat memotret fasilitas militer di Urmia, dan disebut menjalankan ratusan tugas yang dikategorikan sebagai aktivitas spionase.

Eksekusi terbaru ini terjadi di tengah memburuknya hubungan Teheran dan Tel Aviv, yang pada Juni 2025 meningkat menjadi benturan terbuka setelah Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Reuters melaporkan serangan itu turut disebut melibatkan operasi yang mengandalkan jaringan dan pasukan komando Mossad di dalam wilayah Iran. 

Iran selama bertahun-tahun berada dalam “perang bayangan” dengan Israel, namun sepanjang 2025 tensinya kian terlihat di ruang publik melalui rangkaian penangkapan dan vonis kasus-kasus yang ditautkan ke Israel. Associated Press mencatat, sejak eskalasi Juni 2025, Iran melakukan eksekusi terhadap sejumlah orang yang dikaitkan dengan tuduhan spionase pro-Israel, sementara kritik dari kelompok HAM menguat terkait transparansi proses hukum dan akses pembelaan terdakwa. 

Kasus Keshavarz pun kembali memantik perdebatan lama: di satu sisi, otoritas Iran menyebut hukuman ini sebagai penegakan keamanan nasional terhadap ancaman intelijen asing; di sisi lain, organisasi HAM menyoroti dugaan paksaan dan penyiksaan yang disebut dapat memengaruhi keabsahan “pengakuan” di persidangan.

Berita Terkait