03 January 2026, 15:18

Banjir Serang Makin Parah! 1.023 Rumah Terendam, 3.033 Jiwa Terdampak, BPBD Catat 12 Titik Kejadian

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Serang, Banten, dan menyebabkan 1.023 rumah terendam serta 3.033 jiwa terdampak hingga Sabtu (3/1/2026) pagi.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
1,243
Banjir Serang Makin Parah! 1.023 Rumah Terendam, 3.033 Jiwa Terdampak, BPBD Catat 12 Titik Kejadian
Foto udara banjir merendam kawasan situs cagar budaya Keraton Kaibon di Kasemen, Kota Serang, Banten, Sabtu (3/1/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

SERANG, Perspektif.co.id - Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Serang, Banten, dan menyebabkan 1.023 rumah terendam serta 3.033 jiwa terdampak hingga Sabtu (3/1/2026) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menyebut peristiwa ini dipicu cuaca ekstrem yang terjadi sejak Jumat (2/1) malam

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, berdasarkan pendataan sementara sampai pukul 04.25 WIB, banjir tercatat terjadi dalam 12 kejadian yang tersebar di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Dampak banjir itu menjangkau 1.087 kepala keluarga (KK). “Berdasarkan data sementara hingga pukul 04.25 WIB tercatat 12 kejadian banjir yang tersebar di Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Serang. Total warga terdampak mencapai 1.087 Kepala Keluarga (KK),” ujar Diat. 

BPBD mencatat Kecamatan Kasemen menjadi wilayah yang paling berat terdampak. Titik-titik yang dilaporkan tergenang antara lain Lingkungan Kroya Lama, Perum Puri Keraton, Sukajaya, Komplek Banten, Baru Bugis, Kendal, Ambon, Jabang Bayi, Jenggot, hingga Cikedung

Di Lingkungan Kroya Lama, Kelurahan Banten, ketinggian air sempat mencapai 60 sentimeter dan mendorong 50 KK mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman. Sementara di Lingkungan Baru Bugis, tinggi genangan dilaporkan lebih ekstrem, yakni mencapai 100 sentimeter

Genangan juga sempat masuk ke area pelataran kawasan wisata religi Masjid Agung Banten dan kawasan makam, dengan ketinggian sekitar 10–20 sentimeter, meski kemudian dilaporkan berangsur surut. Selain permukiman warga, banjir turut merendam fasilitas umum, termasuk bangunan sekolah SDN Pamarican 01, SDN Pamarican 02, serta SDN Ambon di Kelurahan Margaluyu

Diat menyebut kondisi terkini menunjukkan tren perbaikan di sebagian besar titik, namun masih ada area yang tergenang. “Untuk kondisi terkini, sebagian besar titik banjir sudah berangsur surut. Namun di lingkungan Kendal dan lingkungan Jenggot, air dilaporkan masih menggenangi wilayah tersebut,” kata dia.

Terkait pengungsian, BPBD Kota Serang mencatat sementara 62 KK telah berpindah ke tempat yang lebih aman. Petugas BPBD juga diterjunkan untuk memantau situasi lapangan, membantu evakuasi, dan memperbarui pendataan dampak di lokasi terdampak. 

Sebelumnya, pada Jumat (2/1/2026) malam, BPBD Provinsi Banten juga melaporkan banjir di kawasan Kasemen sempat mencapai 1–1,5 meter di sejumlah permukiman. Kepala BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengimbau warga segera mengungsi, sembari menyebut tim gabungan disiagakan dan tiga unit perahu karet disiapkan untuk mendukung evakuasi. “Ketinggian air variatif, di lingkungan permukiman mencapai 1 meter sampai 1,5 meter,” ujar Lutfi. 

Lutfi juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk mematikan aliran listrik dan mengamankan barang berharga bila kondisi memburuk. Ia menyebut masih ada warga yang memilih bertahan di rumah, namun tim akan membantu evakuasi jika dibutuhkan. “Sebagian warga sudah ada yang bersedia mengungsi, tapi masih ada juga yang mau bertahan di dalam rumah. Kami akan lakukan pertolongan bila mana warga memerlukan perahu untuk evakuasi,” tegasnya.

BPBD Kota Serang menilai kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kondisi cuaca di wilayah itu masih berpotensi berubah. Diat mengingatkan warga, khususnya yang tinggal di area rawan banjir dan pengguna jalan, untuk berhati-hati serta aktif memantau pembaruan informasi cuaca. “Masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana dan pengguna jalan diimbau untuk selalu berhati-hati dan memantau informasi cuaca terkini,” ucap Diat. 

Berita Terkait