22 February 2026, 03:18

Gempa M4,6 Guncang Tigaraksa Malam Hari, BPBD Klaim Nihil Kerusakan—BMKG Catat Pusatnya di Darat Kedalaman 160 Km

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang kawasan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (21/2/2026) malam.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,543
Gempa M4,6 Guncang Tigaraksa Malam Hari, BPBD Klaim Nihil Kerusakan—BMKG Catat Pusatnya di Darat Kedalaman 160 Km
Ilustrasi. Gempa guncang Tigaraksa, tak ada kerusakan. (Istockphoto/Petrovich9)

TANGERANG, Perspektif.co.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang kawasan Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (21/2/2026) malam. Getaran sempat memicu kekhawatiran warga, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menyatakan hingga pengecekan awal tidak ditemukan dampak signifikan, baik kerusakan bangunan maupun korban.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan pihaknya segera mengerahkan petugas untuk melakukan pengecekan lapangan ke titik perkiraan lokasi gempa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dari hasil koordinasi awal, Taufik menyebut laporan warga di sekitar titik perkiraan tidak mengonfirmasi adanya guncangan. “Berdasarkan penjelasan Ketua RT dan perwakilan warga, di lokasi yang dimaksud sebagai titik perkiraan gempa dari BMKG, sama sekali tidak dirasakan adanya gempa,” kata Taufik saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, sampai perkembangan terakhir, BPBD belum menerima laporan kerusakan maupun adanya korban akibat peristiwa tersebut. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi wilayah aman dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa terjadi sekitar pukul 19.23 WIB. Lokasi gempa disebut berada sekitar 3 kilometer tenggara Kabupaten Tangerang. BMKG menyebut pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 160 kilometer. “#Gempa Mag:4.6, 21-Feb-2026 19:23:42 WIB, Lok:6.27LS, 106.51BT (3 km Tenggara KAB-TANGERANG-BANTEN), Kedlmn:160,” tulis BMKG melalui akun X. 

Sejumlah warga di sekitar Tigaraksa juga mengaku tidak merasakan guncangan. Dalam laporan media lokal, seorang warga bernama Dewi menyebut aktivitas berlangsung seperti biasa saat gempa terjadi. “Tidak terasa apa-apa. Aktivitas warga tetap berjalan normal dan ibadah pun berlangsung sampai selesai,” tuturnya. 

Kesaksian senada disampaikan Nurmahmudi yang mengaku tidak melihat dampak fisik di lingkungan sekitar. “Tidak ada bangunan rusak, tidak ada jalan retak, semuanya terlihat normal. Jadi kaget juga saat tahu ada gempa, karena memang tidak terasa dampaknya,” katanya. 

Berita Terkait