26 January 2026, 15:22

BMKG Warning Jabodetabek: Selasa Bekasi Berpotensi “Awas”, Hujan Lebat Masih Mengintai hingga Akhir Pekan

(BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada pekan ini.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,259
BMKG Warning Jabodetabek: Selasa Bekasi Berpotensi “Awas”, Hujan Lebat Masih Mengintai hingga Akhir Pekan
peringatan dini BMKG Jabodetabek pekan ini / Doc : Istimewa

Perspektif.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada pekan ini. BMKG memetakan potensi hujan dari intensitas sedang sampai sangat lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah titik, seiring dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah selatan Indonesia.

Untuk hari ini, Senin (26/1), BMKG memproyeksikan peluang hujan lebat hingga sangat lebat di sebagian wilayah Jabodetabek. Sejumlah area di DKI Jakarta dan Kabupaten Bekasi disebut berpotensi masuk kategori siaga, sementara wilayah lain berada pada level waspada. Kondisi ini juga dibarengi peluang angin kencang di beberapa lokasi penyangga Jakarta. Peringatan ini selaras dengan rilis BMKG melalui kanal resminya yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan warga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. 

BMKG menilai intensitas hujan berpeluang meningkat pada Selasa (27/1). Dalam pembaruan peringatan dini, wilayah Jawa Barat—terutama Kabupaten Bekasi (serta Karawang sebagai kawasan sekitar)—dicantumkan berpotensi masuk kategori “awas” atau hujan sangat lebat hingga ekstrem. Di saat yang sama, sejumlah wilayah lain tetap berada pada rentang waspada hingga siaga, bergantung pada perkembangan awan konvektif dan suplai udara lembap.

Penjelasan BMKG, rangkaian hujan lebat yang muncul belakangan ini tidak berdiri sendiri. Dalam prospek cuaca mingguan periode 23–29 Januari 2026, BMKG menjelaskan bahwa penguatan monsun Asia membawa suplai massa udara lembap dari Laut China Selatan, bergerak ke wilayah Indonesia melalui Selat Karimata, lalu diperkuat seruakan dingin (cold surge) dari dataran tinggi Siberia hingga melewati ekuator dan mencapai Jawa—yang diindikasikan menguatnya indeks CENS (Cross-Equatorial Northerly Surge). Kondisi ini dinilai mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan. 

BMKG juga menegaskan, “Dalam sepekan ke depan, terdapat potensi peningkatan aktivitas monsun Asia disertai dengan Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang diprediksi menguat,” sehingga massa udara lembap lebih cepat melintasi ekuator dan memicu peningkatan kejadian cuaca ekstrem, terutama di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. 

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merespons situasi ini dengan memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, “Saya sudah memerintahkan untuk perpanjangan modifikasi cuaca… akan kita perpanjang sampai dengan tanggal 27 Januari.” Ia juga menekankan intensitas penyemaian dapat ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali dalam sehari bila diperlukan, sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem dan potensi banjir. 

Upaya pengendalian curah hujan juga diperkuat di level nasional. Sejumlah laporan menyebut BNPB menggelar OMC terpadu bersama BMKG, BPBD DKI Jakarta, BPBD Jawa Barat, serta dukungan TNI AU, sebagai respons atas peringatan dini cuaca ekstrem untuk Jakarta dan Jawa Barat. 

Dalam operasi tersebut, armada udara untuk OMC dilaporkan ditambah hingga total lima pesawat. BNPB dan BPBD DKI mengoperasikan pesawat dari Lanud Halim Perdanakusuma, sementara sebagian operasi penjangkauan wilayah hulu dilakukan dari Bandung. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut OMC telah berjalan sejak 12 Januari 2026, dengan penguatan armada pada 23 Januari. 

Masih merujuk pada keterangan yang sama, total penerbangan operasi dilaporkan mencapai 70 sorti per Jumat (23/1), dengan bahan semai yang telah ditaburkan berupa 43,8 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 20,6 ton Kalsium Oksida (CaO). Operasi ini juga disebut dapat diperluas ke wilayah Banten jika potensi cuaca ekstrem meningkat. 

BMKG mengimbau masyarakat rutin memantau informasi terbaru melalui kanal resmi, termasuk peringatan dini harian, mengingat kondisi atmosfer dapat berubah cepat. Dalam pengumuman peringatan dini cuaca ekstrem, BMKG juga mengingatkan bahwa kesiapsiagaan warga adalah kunci untuk mengurangi risiko dampak bencana hidrometeorologi. Cuaca untuk Jakarta, Indonesia:

1Kondisi Saat ini: Sebagian cerah, 86°F (30°C)

Prakiraan Harian:

  • Senin, Januari 26: Rendah: 75°F (24°C), Tinggi: 86°F (30°C), Deskripsi: Awan buyar, melewatkan sinar matahari
  • Selasa, Januari 27: Rendah: 74°F (23°C), Tinggi: 86°F (30°C), Deskripsi: Hujan singkat
  • Rabu, Januari 28: Rendah: 73°F (23°C), Tinggi: 85°F (29°C), Deskripsi: Hujan singkat
  • Kamis, Januari 29: Rendah: 73°F (23°C), Tinggi: 85°F (30°C), Deskripsi: Hujan singkat
  • Jumat, Januari 30: Rendah: 74°F (23°C), Tinggi: 84°F (29°C), Deskripsi: Badai petir
  • Sabtu, Januari 31: Rendah: 74°F (23°C), Tinggi: 87°F (31°C), Deskripsi: Badai Petir
  • Minggu, Februari 1: Rendah: 75°F (24°C), Tinggi: 86°F (30°C), Deskripsi: Badai petir

Berita Terkait