12 December 2025, 14:10

Trump Ancam Serangan Darat ke Venezuela, Washington Disinyalir Siapkan Skenario Lengserkan Maduro

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer darat untuk memerangi jaringan narkotika di Venezuela akan segera digelar.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
1,960
Trump Ancam Serangan Darat ke Venezuela, Washington Disinyalir Siapkan Skenario Lengserkan Maduro
Presiden AS Donald Trump umumkan akan segera melancarkan serangan darat ke Venezuela. (AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Perspektif.co.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer darat untuk memerangi jaringan narkotika di Venezuela akan segera digelar. Pernyataan ini kembali mengerek ketegangan antara Washington dan Caracas yang sejak lama bersitegang soal tuduhan perdagangan narkoba dan upaya perubahan rezim.

“Operasi ini akan segera dimulai di darat,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis (11/12), seperti dikutip Reuters. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan kelanjutan dari kampanye antinarkoba yang selama ini dijalankan AS terhadap target-target di sekitar Venezuela.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump berulang kali menyampaikan bahwa pemerintahannya tengah mempersiapkan operasi antinarkotika melalui jalur darat di wilayah Venezuela. Pernyataan itu muncul seiring intensifnya serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Karibia yang dituduh menyelundupkan narkotika ke Amerika Serikat.

Washington menuding Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro terlibat dalam penyelundupan narkoba secara ilegal ke wilayah AS. Maduro secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menuding balik bahwa kampanye antinarkoba yang dikibarkan Washington hanya kedok untuk menggulingkan pemerintahannya.

Ketegangan meningkat setelah Trump pada Rabu (10/12) mengumumkan bahwa militer AS telah menyita sebuah kapal tanker super besar di lepas pantai negara Amerika Selatan itu. Aksi ini memicu reaksi keras dari Caracas. Maduro menyebut tindakan Washington sebagai “pencurian secara terang-terangan” dan “pembajakan internasional,” menilai langkah itu melanggar kedaulatan dan hukum internasional.

Di tengah eskalasi tersebut, sejumlah sumber di pemerintahan AS menyebut bahwa operasi antinarkoba di Karibia hanya menjadi wajah resmi dari agenda yang lebih luas. Mereka menilai langkah militer dan tekanan maritim itu sesungguhnya bagian dari upaya Washington untuk melemahkan dan pada akhirnya melengserkan Maduro dari kursi presiden.

Beberapa sumber anonim bahkan mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump sedang menyusun skenario lanjutan, termasuk rencana untuk mengisi kekosongan kekuasaan dan menstabilkan Venezuela jika Maduro berhasil digulingkan. Rencana ini disebut mencakup langkah-langkah politik dan keamanan yang akan diambil AS begitu terjadi perubahan rezim di Caracas.

Meski Gedung Putih tidak merinci bentuk operasi darat yang dimaksud, pernyataan Trump dan langkah-langkah militer AS di sekitar Venezuela menambah kekhawatiran komunitas internasional akan potensi konflik terbuka di kawasan Amerika Latin. Pengamat menilai, setiap eskalasi operasi di lapangan berisiko memicu respon balik dari Caracas dan memperdalam krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung di negara tersebut.

Trump sendiri tetap membingkai langkah ini sebagai bagian dari perang melawan peredaran narkotika yang disebut mengancam keamanan domestik AS. Namun bagi pemerintahan Maduro, operasi itu dianggap tidak lebih dari upaya terang-terangan untuk mencampuri urusan dalam negeri Venezuela.

Dengan ancaman serangan darat yang kini disampaikan secara terbuka, dinamika krisis Venezuela masuk ke babak baru. Dunia menunggu apakah Washington akan benar-benar mengerahkan pasukan di daratan Venezuela, atau tekanan ini hanya akan menjadi instrumen tawar-menawar politik dalam perseteruan panjang antara Trump dan Maduro.

Berita Terkait