17 April 2026, 14:47

Operasi Besar Dimulai! Jakarta Sapu Ratusan Kilo Ikan Sapu-Sapu, Ekosistem Terancam Serius

Aksi penangkapan ini dilakukan serentak di lima wilayah kota administratif Jakarta pada Jumat (17/4/2026).

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
42
Operasi Besar Dimulai! Jakarta Sapu Ratusan Kilo Ikan Sapu-Sapu, Ekosistem Terancam Serius
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pelaksanaan penangkapan ikan sapu-sapu di Kelapa Gading, Jakarta Utara. / Doc : istimewa

JAKARTA, Perspektif.co.id - Pemerintah Provinsi Pemprov DKI Jakarta resmi memulai operasi besar-besaran untuk menekan populasi ikan sapu-sapu yang dinilai telah mengancam ekosistem perairan ibu kota. Aksi penangkapan ini dilakukan serentak di lima wilayah kota administratif Jakarta pada Jumat (17/4/2026).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kegiatan ini digelar di seluruh wilayah mulai dari Jakarta Utara, Selatan, Timur, Barat hingga Jakarta Pusat. Operasi dilakukan secara masif sebagai respons atas dominasi spesies invasif tersebut di perairan Jakarta.

“Hari ini kita ada di Jakarta Utara. Pelaksanaan serentak di lima kota di Jakarta, Jakarta Utara, Selatan, Timur, Barat dan Jakarta Pusat untuk menangkap ikan sapu-sapu,” ujar Pramono saat meninjau langsung kegiatan di kawasan Kelapa Gading.

Hasil penangkapan di lapangan menunjukkan angka yang melampaui perkiraan awal. Dalam waktu singkat, petugas berhasil mengumpulkan ratusan kilogram ikan sapu-sapu dari satu lokasi saja.

“Tadi ketika penangkapan dilakukan, awalnya kami memperkirakan mungkin hanya dapat kurang lebih 150 kilogram, dan tadi kalau lihat terakhir pasti saya yakin di atas 200 kilogram,” kata Pramono.

Ia menambahkan, jumlah tersebut bahkan sudah melampaui ekspektasi sejak awal kegiatan. “Karena yang dikumpulkan di awal saja sudah 60 kilogram lebih,” lanjutnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, memastikan seluruh hasil tangkapan tidak akan dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi. Ikan-ikan tersebut akan dimusnahkan dengan cara dikubur di lokasi yang telah disiapkan.

“Khusus di RW 06 kami sudah siapkan lokasi nanti ini ada pos RW kemudian ada halaman juga nanti kita kubur di situ, ditanam di situ nanti ya. Kalau untuk tempat lain menyesuaikan,” ujar Hendra.

Langkah tegas ini diambil karena populasi ikan sapu-sapu disebut telah mendominasi lebih dari 60 persen perairan Jakarta. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena mengancam kelangsungan hidup ikan lokal.

“Ikan ini sangat-sangat invasif, kemudian juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama endemik lokal itu hampir semuanya kemudian tidak bisa survive,” jelas Pramono.

Ia menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari upaya serius pemerintah dalam memulihkan ekosistem air tawar di Jakarta.

“Kenapa kemudian Pemerintah DKI Jakarta melakukan gerakan ini, kami ingin supaya ikan yang sudah terlalu mendominasi dan merusak ekosistem perairan yang di Jakarta ini,” ujarnya.

Selain berdampak pada ekosistem, hasil kajian laboratorium juga menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu di Jakarta mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Kandungan residu yang ditemukan bahkan disebut telah melampaui ambang batas aman.

“Kemudian yang paling berbahaya adalah kemarin dalam rapat saya dilaporin oleh kepala KKP bahwa di ikan ini rata-rata sudah 0,3 kadar residunya. Dan itu berbahaya sekali,” kata Pramono.

Untuk memastikan upaya ini berjalan berkelanjutan, Pemprov DKI Jakarta berencana membentuk satuan tugas khusus yang akan menangani pengendalian populasi ikan sapu-sapu secara rutin.

“Secara khusus nanti kami akan tugaskan PPLH yang bertugas untuk itu. PPLH khusus untuk mengurangi dominasi ikan sapu-sapu,” ujarnya.

Operasi serentak ini juga mencatat hasil signifikan di wilayah lain. Di Jakarta Timur, sebanyak 763 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dari 10 kecamatan dalam waktu kurang dari satu hari.

Di salah satu titik, yakni kawasan Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, petugas berhasil mengangkat sekitar 200 kilogram ikan sejak kegiatan dimulai. Operasi ini melibatkan sekitar 150 personel gabungan, termasuk petugas pemadam kebakaran, BPBD, hingga aparat wilayah.

Sementara itu di Jakarta Selatan, operasi difokuskan di kawasan Setu Babakan yang disebut memiliki populasi ikan sapu-sapu paling tinggi. Dalam waktu sekitar satu jam, petugas telah mengumpulkan sekitar 300 kilogram ikan dengan target harian mencapai lima ton.

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menyebut kegiatan ini akan terus diperluas ke berbagai titik lain guna menekan populasi secara signifikan.

Berita Terkait