11 December 2025, 22:27

Sopir Mobil MBG Pengaku: Mau Ngerem di Tanjakan, yang Keinjek Malah Gas hingga 20 Murid Jadi Korban

Polisi memeriksa AI, sopir mobil pengantar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak belasan siswa dan seorang guru SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing.

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
2,188
Sopir Mobil MBG Pengaku: Mau Ngerem di Tanjakan, yang Keinjek Malah Gas hingga 20 Murid Jadi Korban
Mobil MBG menabrak sejumlah siswa di SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara. (Taufiq S/detikcom)

JAKARTA,Perspektif.co.id - Polisi memeriksa AI, sopir mobil pengantar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak belasan siswa dan seorang guru SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. Dalam pemeriksaan awal, AI mengaku salah menginjak pedal gas saat berniat mengerem di area tanjakan menuju sekolah.

“Jadi keterangan dari si sopir, itu kan sekolahnya di atas, tanjakan. Nah, kebetulan dia memang mau mengantarkan makanan itu ke sekolah. Ini keterangan sementara ya, bukan pasti ya, sementara. Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem, katanya remnya nggak pakem kan, karena takut mau nabrak (mundur), dia injek (rem) yang dalam. Nah, kirain itu (rem), ternyata gas,” jelas Kapolsek Cilincing Kompol Bobi Subasri saat dikonfirmasi, Kamis (11/12/2025).

Bobi menjelaskan, penyidik masih mendalami pengakuan tersebut dengan memeriksa lebih lanjut AI maupun kernetnya yang berinisial MRR. Olah tempat kejadian perkara (TKP) juga masih berlangsung untuk memastikan kronologi dan faktor penyebab kecelakaan secara lebih rinci.

“Itu untuk sementara ya, tapi kita belum bisa ini, masih olah TKP dulu ya,” ujar Bobi menegaskan bahwa keterangan sopir masih bersifat awal.

Sebelumnya, mobil operasional pengantar MBG yang dikemudikan AI melaju tak terkendali dan masuk ke area SDN Kalibaru 01 Pagi. Kendaraan jenis GranMax itu menabrak pagar sebelum akhirnya menghantam para siswa dan guru yang tengah beraktivitas di halaman sekolah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut total ada 20 orang yang mengalami luka akibat insiden tersebut. “Korban 20 orang, terdiri atas 19 siswa dan 1 orang guru,” kata Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (11/12).

Ia merinci, lima korban dirujuk ke RS Koja untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Sementara itu, 14 korban lainnya dibawa ke RSUD Cilincing dan satu orang lagi mendapat perawatan di puskesmas setempat.

Kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 07.39 WIB saat para murid mengikuti kegiatan di halaman sekolah. Mobil GranMax pengangkut menu MBG tersebut semula menghantam pagar sekolah sebelum terus melaju dan menabrak para siswa yang berada di lapangan.

Polisi kini memfokuskan penyelidikan pada unsur kelalaian pengemudi, kondisi kendaraan, serta mekanisme pengawasan operasional mobil pengantar program Makan Bergizi Gratis di lingkungan sekolah. Hasil olah TKP dan pemeriksaan lanjutan akan menjadi dasar penentuan status hukum sopir maupun pihak terkait lainnya.

Berita Terkait