28 February 2026, 14:32

Menu Berjamur hingga Berbelatung, BGN Hentikan Operasional 47 SPPG Program MBG!

(BGN) menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga hari kesembilan evaluasi nasional Februari 2026.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,637
Menu Berjamur hingga Berbelatung, BGN Hentikan Operasional 47 SPPG Program MBG!
BGN menghentikan sementara operasional 47 SPPG menyusul temuan berulang menu MBG yang tidak memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi. (CNN Indonesia/Abdussaleem Muhammad).

JAKARTA, Perspektif.co.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga hari kesembilan evaluasi nasional Februari 2026. Kebijakan tersebut diambil setelah ditemukannya sejumlah kasus menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak memenuhi standar mutu dan kelayakan konsumsi.

Berdasarkan data Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan per 28 Februari 2026 pukul 11.20 WIB, total 47 temuan tersebar di tiga wilayah kerja. Rinciannya, Wilayah I mencatat 5 kejadian, Wilayah II sebanyak 30 kejadian, dan Wilayah III terdapat 12 kejadian.

Jenis pelanggaran yang ditemukan meliputi roti berjamur, buah busuk dan berbelatung, lauk dalam kondisi basi, telur mentah atau busuk, hingga menu yang dinilai tidak sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan dalam program MBG.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa penghentian operasional sementara merupakan bagian dari mekanisme pengendalian mutu yang diterapkan secara tegas. “Kami tidak mentolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh,” ujar Nanik di Jakarta, Sabtu (28/2).

Menurutnya, keputusan suspend diambil setelah melalui proses verifikasi lapangan serta laporan berjenjang dari tim pengawasan wilayah. Evaluasi tidak hanya difokuskan pada kualitas produk makanan, tetapi juga mencakup manajemen dapur, sistem distribusi, hingga prosedur kontrol mutu yang diterapkan oleh masing-masing SPPG.

“Program MBG menyangkut kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi. Karena itu, pengawasan kami lakukan secara ketat dan transparan,” tegasnya.

Dalam beberapa kasus, makanan yang terindikasi tidak layak konsumsi telah lebih dulu ditarik sebelum sempat dikonsumsi siswa. Meski demikian, BGN tetap menjatuhkan sanksi administratif sebagai bentuk penegakan standar serta pembelajaran sistemik bagi seluruh penyelenggara layanan.

BGN memastikan bahwa SPPG yang saat ini disuspend dapat kembali beroperasi apabila seluruh rekomendasi perbaikan telah dipenuhi dan dinyatakan lolos proses verifikasi ulang. “SPPG yang disuspend dapat kembali beroperasi setelah seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi dan dinyatakan lolos verifikasi ulang. Kami ingin memastikan kualitas benar-benar terjaga sebelum layanan dibuka kembali,” tutup Nanik.

Berita Terkait