19 May 2026, 08:50

SMIC Raup Berkah AI: Klien Asing Serbu Foundry China Saat Kapasitas Chip Global Kritis

SMIC ungkap klien asing berbondong alihkan pesanan chip ke China saat boom AI memperketat kapasitas foundry global. Pendapatan Q1 2026 naik 8,1%.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
50
SMIC Raup Berkah AI: Klien Asing Serbu Foundry China Saat Kapasitas Chip Global Kritis
Booth SMIC di pameran teknologi. Foundry chip terbesar China ini kebanjiran pesanan asing saat boom AI 2026 memperketat kapasitas produksi semikonduktor global. (Foto: The Standard)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC), foundry chip terbesar China, mengumumkan lonjakan pesanan dari klien asing seiring boom kecerdasan buatan global yang memperketat kapasitas produksi di pabrik semikonduktor luar negeri. Pengumuman ini disampaikan Jumat, 15 Mei 2026, bertepatan dengan rilis laporan keuangan kuartal pertama perusahaan.

Co-CEO SMIC Zhao Haijun menyebut kondisi ini sebagai kepanikan kapasitas yang nyata. “Permintaan AI secara langsung mendorong kapasitas chip manajemen daya dan chip mature lainnya ke titik kekurangan,” kata Zhao dalam earnings call perusahaan.

“Ini adalah salah satu dari sedikit tempat yang masih memiliki kapasitas produksi tersedia, sehingga kami melihat banyak pelanggan luar negeri mengalihkan pesanan mereka untuk diproduksi di China. Sebagai foundry domestik terbesar, SMIC kemungkinan mendapatkan porsi terbesar dari ini. Ini terjadi secara menyeluruh,” ujar Zhao Haijun kepada Reuters.

Zhao menjelaskan bahwa tekanan kapasitas tersebut mendorong pelanggan dari segmen elektronik konsumen dan IoT untuk mencari kapasitas di daratan China—tren yang diperkuat oleh permintaan kendaraan listrik, boom robotika, lokalisasi rantai pasokan domestik, dan aksi penimbunan stok oleh berbagai perusahaan.

Fenomena ini mencerminkan pergeseran struktural yang lebih dalam: AI kini tidak sekadar mendorong permintaan chip canggih, melainkan juga merestrukturisasi ekonomi dan alokasi seluruh industri semikonduktor global. Pabrik-pabrik di seluruh dunia kian memprioritaskan akselerator AI, high-bandwidth memory, dan perangkat keras pusat data karena margin superior dan prospek pertumbuhannya yang eksplosif—sehingga menyempitkan ruang bagi produk chip legacy.

Data Semicon China menunjukkan bahwa foundry China diproyeksikan memperluas pangsa pasar global kapasitas legacy-node dalam kisaran 22 hingga 40 nanometer menjadi 37% tahun ini dan 41% pada 2027, naik dari 32% pada 2025.

Data TrendForce juga mencatat rata-rata tingkat utilisasi wafer 8 inci generasi lama di 10 foundry terbesar dunia diperkirakan menyentuh hampir 90% pada 2026, naik dari 80% pada 2025.

Secara finansial, SMIC mencatatkan kinerja solid. Pendapatan kuartal pertama 2026 mencapai 17,62 miliar yuan atau sekitar Rp403,7 triliun, tumbuh 8,1% secara tahunan, dengan laba bersih sebesar 1,36 miliar yuan atau sekitar Rp31,1 triliun—naik tipis 0,4% year-over-year namun melompat 11% dari kuartal sebelumnya.

Untuk kuartal kedua 2026, SMIC memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sekuensial sebesar 14% hingga 16% dengan gross margin di kisaran 20%–22%, yang langsung mendorong saham Hong Kong SMIC naik lebih dari 3% di awal perdagangan 15 Mei, diperdagangkan di HK$73,9.

Berita Terkait