TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — OpenAI mengumumkan kepada karyawan pada Jumat bahwa ko-pendiri sekaligus presiden perusahaan, Greg Brockman, akan secara permanen memimpin seluruh strategi produk—menggabungkan ChatGPT, Codex, dan developer API ke dalam satu organisasi. Langkah ini menjadi restrukturisasi terbesar yang pernah dilakukan OpenAI seiring memanasnya persaingan platform AI agen global.
Dalam memo internal yang diperoleh Wired, Brockman menegaskan OpenAI akan “berinvestasi dalam satu platform agen tunggal dan menggabungkan ChatGPT serta Codex menjadi satu pengalaman agen terpadu untuk semua.” Pernyataan itu sekaligus menandai berakhirnya era pengelolaan produk-produk unggulan OpenAI secara terpisah.
Konsolidasi ini secara resmi mengakhiri masa interim yang dimulai awal April, ketika Fidji Simo—CEO of AGI Deployment OpenAI—mengambil cuti sakit. Selama periode itu, Brockman telah menjalankan pengawasan produk secara sementara, dan kini peran tersebut ditetapkan secara permanen.
Restrukturisasi menempatkan empat pilar di bawah Brockman. Thibault Sottiaux, insinyur yang membesarkan Codex menjadi salah satu produk OpenAI dengan pertumbuhan tercepat, kini memimpin platform produk inti mencakup segmen konsumen, enterprise, dan developer. Sementara Nick Turley, yang mengawasi ekspansi ChatGPT hingga melampaui 900 juta pengguna aktif mingguan, beralih ke fokus produk enterprise dan industri kritikal.
“Kami mengkonsolidasikan upaya produk kami untuk mengeksekusi dengan fokus maksimal menuju masa depan agen, untuk menang di segmen konsumen maupun enterprise,” kata Brockman sebagaimana dikutip Wired.
Brockman tetap mempertahankan tanggung jawabnya atas infrastruktur AI, termasuk program pusat data Stargate. OpenAI menyampaikan kepada TechCrunch bahwa Simo berkolaborasi dengan Brockman dalam perubahan ini dan diperkirakan akan kembali, meski tanpa jadwal pasti.
Konsolidasi ini merupakan puncak dari langkah strategis yang dimulai Desember lalu, ketika CEO Sam Altman menyatakan “code red” dan menginstruksikan staf untuk memfokuskan kembali perhatian pada pengalaman inti ChatGPT. Sejak itu, OpenAI menutup aplikasi Sora dan menghentikan sejumlah proyek sampingan lainnya.
Dari sisi persaingan, Cursor telah mencapai pendapatan tahunan sebesar USD 2 miliar (sekitar Rp32,6 triliun) dan tengah dalam pembicaraan untuk mengumpulkan dana pada valuasi USD 50 miliar (sekitar Rp815 triliun), membuktikan bahwa agentic coding adalah kategori dengan pertumbuhan paling cepat di segmen developer tools. Claude Code milik Anthropic pun terus menggerus posisi OpenAI di kalangan developer enterprise.
Pengumuman ini datang empat hari sebelum Google I/O 2026 yang dibuka 19 Mei, dan secara eksplisit dikaitkan dengan rencana IPO OpenAI yang diperkirakan analis akan berlangsung sebelum akhir tahun ini.