TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — OpenAI dan Pemerintah Malta mengumumkan kemitraan bersejarah pada 16 Mei 2026 — menjadikan Malta negara pertama di dunia yang menyediakan akses ChatGPT Plus secara gratis selama satu tahun penuh kepada seluruh warganya, termasuk warga Malta yang tinggal di luar negeri.
Program bertajuk AI for All ini mensyaratkan peserta menyelesaikan kursus literasi AI yang dikembangkan Universitas Malta sebelum bisa mengaktifkan langganan gratis mereka. Fase pertama diluncurkan pada Mei 2026, dengan Malta Digital Innovation Authority sebagai pengelola distribusi kepada peserta yang memenuhi syarat.
Untuk mengklaim langganan, warga juga wajib memiliki akun EU eID aktif. Program ini dirancang agar sekitar 574.250 penduduk Malta tidak tertinggal di era digital, menurut Menteri Ekonomi Malta Silvio Schembri.
“Melalui kursus AI untuk semua ini, kami memastikan setiap warga, tanpa memandang latar belakang, mendapat kesempatan membangun kepercayaan diri dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkembang di dunia digital,” kata Silvio Schembri kepada OpenAI, dikutip dari situs resmi openai.com.
ChatGPT Plus saat ini dibanderol USD 20 per bulan — setara sekitar Rp330.000 — sehingga nilai nominal akses satu tahun bagi seluruh penduduk Malta mencapai sekitar USD 130 juta atau lebih dari Rp2,1 triliun jika seluruh warga mendaftar, meski biaya aktual OpenAI jauh di bawah harga eceran tersebut. Tidak ada konfirmasi terkait struktur finansial kesepakatan ini dari kedua pihak hingga berita ini diterbitkan.
“Malta memimpin Eropa dan dunia dalam menghadirkan AI kepada seluruh warganya. Kecerdasan buatan tengah menjadi utilitas nasional, dan semua pemerintah memiliki peran penting untuk memastikan warganya memiliki akses sekaligus keterampilan memanfaatkan AI,” ujar George Osborne, Kepala OpenAI for Countries, kepada pulse2.com.
Kemitraan ini merupakan bagian dari tren yang berkembang di kalangan pemerintah dunia untuk membantu warganya membangun kepercayaan diri dalam menggunakan AI. Sebelumnya, Anthropic mengumumkan proyek yang memberi seluruh guru di Islandia akses ke Claude untuk perencanaan pelajaran, sedangkan OpenAI telah bermitra dengan pemerintah Yunani sejak September 2025 untuk membawa teknologinya ke sekolah menengah dan perusahaan rintisan.
Logika strategis bagi OpenAI cukup jelas: pertumbuhan langganan ChatGPT Plus di pasar matang mulai melambat seiring kumpulan pengguna awal yang bersedia membayar USD 20 per bulan mendekati titik jenuh. Malta menjadi ujicoba model baru — ChatGPT sebagai infrastruktur publik yang disubsidi pemerintah dan didistribusikan melalui sistem pendidikan.