01 December 2025, 00:21

Puting Beliung 5 Menit Hantam Sekeloa, 31 Rumah Rusak: Wali Kota Bandung Farhan Minta Warga Siaga Cuaca Ekstrem

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mencatat total 31 rumah rusak akibat kejadian ini.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,618
Puting Beliung 5 Menit Hantam Sekeloa, 31 Rumah Rusak: Wali Kota Bandung Farhan Minta Warga Siaga Cuaca Ekstrem
PUTING BELIUNG - Warga memperbaiki atap rumahnya yang terbang disapu puting beliung, Minggu 30 November 2025.

BANDUNG, Perspektif.co.id - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meninjau langsung kawasan terdampak angin puting beliung di Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu (30/11/2025). Hantaman angin yang hanya berlangsung beberapa menit itu mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mencatat total 31 rumah rusak akibat kejadian ini. Rinciannya, 24 unit mengalami rusak ringan, 4 unit rusak sedang, dan 3 unit masuk kategori rusak berat. Pemerintah Kota Bandung menyatakan status penanganan sudah masuk fase darurat dan akan dilanjutkan dengan pemulihan pasca bencana.

Farhan memastikan Pemkot Bandung bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung tersebut. Ia menegaskan dukungan pemkot dilakukan secara berjenjang, mulai dari penanganan di hari kejadian hingga proses perbaikan rumah warga. 

“Prioritas utama sekarang memastikan warga dalam kondisi aman, tidak ada yang terlantar, dan proses perbaikan bisa berjalan secepat mungkin. Pemerintah hadir dari awal hingga pemulihan tuntas,” ujar Farhan, Minggu (31/11/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Farhan menyampaikan apresiasi kepada BPBD, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskarmat), Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, TNI/Polri, serta organisasi perangkat daerah (OPD) lain yang terlibat. Ia juga menggarisbawahi peran aktif masyarakat yang ikut membantu penanganan di lapangan, mulai dari evakuasi hingga pembersihan material yang berserakan.

Farhan menginstruksikan OPD terkait untuk segera mendirikan posko bantuan di lokasi terdampak. Posko ini bertugas menginventarisasi kerusakan rumah warga dan menyalurkan bantuan mendesak seperti penerangan darurat, penutup atap, kebutuhan logistik, dan layanan kesehatan. Pemerintah kota juga diminta memastikan tidak ada warga yang dibiarkan menangani dampak bencana sendirian.

Di sisi lain, Farhan mengingatkan masyarakat Kota Bandung agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca beberapa pekan terakhir. Menurutnya, potensi cuaca ekstrem cenderung meningkat seiring peralihan musim. 

“Kami mengimbau warga, terutama yang tinggal di lereng, bantaran sungai, dan permukiman padat, untuk ekstra waspada dan segera melapor bila melihat tanda-tanda bahaya,” ucapnya.

Camat Coblong, Krinda Hamidipradja, menjelaskan angin puting beliung di Sekeloa terjadi sangat cepat dan nyaris tanpa didahului hujan lebat.

 “Anginnya berputar dan cukup besar, tetapi durasinya hanya sekitar lima menit. Justru hujannya tidak terlalu deras. Kami memastikan bantuan awal sudah disalurkan dan warga tidak dibiarkan menghadapi situasi ini sendirian,” kata Krinda.

Ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, satu warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat terpeleset saat situasi angin kencang. Pemerintah kecamatan bersama pemkot masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat tertangani.

Berita Terkait