05 May 2026, 12:57

Biadab! Bocah di Cipondoh Dicekoki Miras hingga Tak Sadarkan Diri Lalu Dicabuli, Polisi Kejar Pelaku

Peristiwa ini mencuat setelah viral di media sosial dan langsung mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Deden M Rojani
131
Biadab! Bocah di Cipondoh Dicekoki Miras hingga Tak Sadarkan Diri Lalu Dicabuli, Polisi Kejar Pelaku
Foto Ilustrasi / Doc: istimewa

TANGERANG, Perspektif.co.id - Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak kembali menggemparkan publik setelah seorang bocah perempuan berinisial D di kawasan Tangerang, tepatnya di Cipondoh, diduga menjadi korban pencabulan setelah dicekoki minuman keras oleh pelaku. Peristiwa ini mencuat setelah viral di media sosial dan langsung mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian.

Pihak kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota kini tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diketahui berinisial I. Kasat Reskrim AKBP Parikhesit menegaskan bahwa pelaku belum tertangkap dan masih dalam proses pencarian intensif.

“Pelaku inisial I dalam pengejaran,” ujar Parikhesit saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

Kasus ini terungkap setelah beredar unggahan viral yang menampilkan tangkapan layar percakapan diduga antara korban dan pelaku, serta foto yang memperlihatkan korban bersama beberapa pria. Dalam narasi yang beredar, korban disebut dicekoki minuman keras hingga kehilangan kesadaran, sebelum akhirnya mengalami dugaan persetubuhan dan pencabulan.

Laporan resmi terkait kejadian tersebut telah masuk ke pihak kepolisian dengan nomor LP/B/920/IV/2026/SPKT/POLRES METRO TANGERANG KOTA/POLDA METRO JAYA tertanggal 27 April 2026. Berdasarkan laporan, peristiwa itu diduga terjadi pada Selasa, 21 April 2026.

Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian guna mengumpulkan keterangan dan memperkuat bukti. Selain itu, olah tempat kejadian perkara juga dijadwalkan dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara lebih jelas.

“Saksi-saksi yang mengetahui pada saat kejadian sudah kami periksa. Sabtu kita olah TKP,” kata Parikhesit.

Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci secara lengkap kronologi kejadian karena proses pendalaman masih berlangsung. Aparat memastikan akan mengusut kasus ini hingga tuntas sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Selain fokus pada pengejaran pelaku, kepolisian juga menaruh perhatian besar terhadap kondisi korban. Mengingat korban masih berusia anak, pihak kepolisian bekerja sama dengan berbagai instansi dan pihak terkait untuk memberikan pendampingan serta pemulihan secara menyeluruh.

“Terkait korban, karena masih anak, kami sudah bekerja sama dengan para stakeholder untuk pemulihan penanganannya yang terbaik untuk korban,” ujarnya.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk kekerasan. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan konten sensitif yang berkaitan dengan korban demi menjaga privasi dan kondisi psikologisnya.

Berita Terkait