17 May 2026, 11:53

Dokter Ungkap Jantung Anak Muda Malaysia Mulai Rusak Diam-diam, Awalnya Cuma Keluhan Sepele

Fenomena gangguan jantung pada usia muda kini mulai menjadi sorotan serius di Malaysia.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
5
Dokter Ungkap Jantung Anak Muda Malaysia Mulai Rusak Diam-diam, Awalnya Cuma Keluhan Sepele
anak muda malaysia alami kerusakan jantung / Doc : istimewa

Perspektif.co.id - Fenomena gangguan jantung pada usia muda kini mulai menjadi sorotan serius di Malaysia. Dokter spesialis jantung memperingatkan semakin banyak anak muda mengalami tanda-tanda awal kerusakan jantung akibat tekanan darah tinggi atau hipertensi yang dipicu pola hidup tidak sehat.

Kondisi tersebut dinilai mengkhawatirkan karena sebagian besar penderita tidak menyadari dirinya mengalami hipertensi. Gejala awal kerap muncul samar dan sering dianggap hanya kelelahan biasa, stres, atau gangguan kesehatan ringan.

Dokter spesialis jantung dan elektrofisiologi dari Sunway Medical Centre, Gary Lee Chin Keong, menjelaskan tekanan darah tinggi yang berlangsung lama membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Akibat tekanan terus-menerus tersebut, otot jantung perlahan menebal dan menjadi lebih kaku seiring waktu. Salah satu tanda awal yang paling sering muncul adalah kondisi hipertrofi ventrikel kiri atau Left Ventricular Hypertrophy (LVH).

“Salah satu tanda kerusakan paling awal adalah hipertrofi ventrikel kiri (LVH), suatu kondisi yang melibatkan penebalan ruang pemompa utama jantung, yang dapat mengurangi kemampuan jantung untuk mengisi dan memompa darah secara efisien,” ujar Dr Gary.

Ia menegaskan kondisi itu berbeda dengan pembentukan otot tubuh biasa yang justru dianggap baik. Pada jantung, penebalan tersebut justru berbahaya dalam jangka panjang.

“Tidak seperti otot rangka, penebalan ini tidak bermanfaat dalam jangka panjang. Tekanan terus-menerus menyebabkan otot jantung menjadi kaku,” lanjutnya.

Menurut Dr Gary, banyak kasus LVH berkembang perlahan selama bertahun-tahun tanpa disadari pasien. Kondisi itu umumnya baru terdeteksi setelah pemeriksaan medis seperti ekokardiogram dilakukan.

Ia menyebut sejumlah gejala awal seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, pusing, hingga pingsan sering kali diabaikan karena dianggap hanya efek stres atau kelelahan akibat aktivitas sehari-hari.

Akibat keterlambatan penanganan, banyak pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika komplikasi serius mulai muncul.

Hipertensi yang tidak terkendali diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit berat seperti gagal jantung, stroke, serangan jantung, gangguan ginjal, hingga kelainan irama jantung seperti fibrilasi atrium.

Dr Gary juga menyoroti meningkatnya tren hipertensi dan penyakit jantung di usia muda dalam dua dekade terakhir. Jika dahulu hipertensi lebih identik dengan usia lanjut, kini pasien berusia 20 hingga 30 tahun mulai banyak ditemukan.

“Sekitar 20 tahun yang lalu, hipertensi sebagian besar dianggap sebagai masalah bagi orang yang lebih tua. Saat ini, saya memiliki pasien yang baru berusia 20-an atau 30-an,” ujarnya.

Ia menilai gaya hidup modern menjadi pemicu utama kondisi tersebut. Kebiasaan seperti jam kerja panjang, stres berkepanjangan, kurang tidur, minim aktivitas fisik, merokok, konsumsi makanan tinggi garam, hingga makanan olahan disebut memperbesar risiko kerusakan jantung sejak usia muda.

“Tren ini disebabkan oleh jam kerja yang panjang, stres kronis, kurang tidur, kurang olahraga, merokok, asupan garam berlebihan, dan konsumsi makanan olahan yang tinggi. Obesitas dan diabetes semakin meningkatkan risiko, menciptakan kelompok faktor risiko kardiovaskular yang berbahaya,” jelasnya.

Karena itu, Dr Gary mengimbau masyarakat mulai rutin memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga berat badan sejak usia muda agar potensi kerusakan jantung bisa dideteksi lebih awal.

“Jangan menunggu gejala muncul untuk memberi tahu Anda bahwa ada sesuatu yang salah. Semakin dini Anda mendeteksi tekanan darah tinggi, semakin besar peluang Anda untuk melindungi jantung Anda,” katanya.

Berita Terkait