30 December 2025, 17:50

Polri Ungkap Temuan Mengejutkan di 2025: 68 Anak Terpapar Neo-Nazi–White Supremacy, Disebut Sudah Kuasai Senjata dan Bid

Mabes Polri mengungkap temuan serius terkait paparan ideologi ekstrem pada anak sepanjang 2025.

Reporter: Anggi Ranf
Editor: Deden M Rojani
2,290
Polri Ungkap Temuan Mengejutkan di 2025: 68 Anak Terpapar Neo-Nazi–White Supremacy, Disebut Sudah Kuasai Senjata dan Bid
Mabes Polri mengatakan terdapat 68 orang anak yang terpapar paham ekstrem seperti neo-Nazi dan White Supremacy disepanjang tahun 2025. (CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah)

JAKARTA,Perspektif.co.id - Mabes Polri mengungkap temuan serius terkait paparan ideologi ekstrem pada anak sepanjang 2025. Dalam paparan Rilis Akhir Tahun (RAT) Polri 2025 di Gedung Rupatama, Jakarta, Selasa (30/12/2025), Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Syahardiantono menyebut terdapat 68 anak yang teridentifikasi terpapar paham ekstrem seperti neo-Nazi dan white supremacy. Temuan ini menjadi sorotan karena penanganannya disebut sudah dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan meluas di berbagai daerah.

Syahardiantono menjelaskan, penanganan dilakukan terhadap anak-anak yang tersebar di 18 provinsi dan disebut terpapar melalui kelompok daring tertentu. “(Densus 88) … penanganan 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi kekerasan ekstrem melalui grup TCC, seperti neo-Nazi dan white supremacy,” ucapnya dalam forum RAT tersebut. 

Polri juga menekankan aspek risiko dari temuan itu. Dalam keterangan yang disampaikan di forum yang sama, anak-anak tersebut disebut telah menguasai berbagai senjata berbahaya dan memiliki rencana aksi yang mengarah ke lingkungan sekolah serta teman sebaya. “Mereka ditemukan telah menguasai berbagai senjata berbahaya dengan rencana aksi yang menyasar lingkungan sekolah serta teman sejawat mereka,” ujar Syahardiantono.
(Info ini berasal dari klaim Polri dalam paparan RAT; detail teknis senjata dan rencana tidak dipublikasikan secara rinci dalam sumber terbuka yang dirujuk.)

Dalam kesempatan itu, Syahardiantono juga memaparkan capaian Densus 88 menjaga kondisi keamanan nasional. Ia menyebut Polri berhasil mempertahankan status “zero terrorist attack” atau nihil serangan teror sepanjang 2023–2025 melalui langkah penegakan hukum yang proaktif. “(Densus 88) telah berhasil mempertahankan status zero terrorist attack sepanjang tahun 2023 hingga 2025 melalui langkah penegakan hukum yang proaktif,” katanya. 

Capaian tersebut, menurut dia, ditopang oleh penindakan terhadap tersangka terorisme yang disebut menunjukkan tren penurunan: 147 tersangka (2023), 55 tersangka (2024), dan 51 tersangka (2025). Syahardiantono menilai penegakan hukum yang konsisten efektif menekan potensi ancaman dan menjaga stabilitas keamanan.

Selain isu 68 anak terpapar ideologi ekstrem, Polri juga menyinggung beberapa kasus menonjol lain yang ditangani Densus 88 sepanjang 2025. Salah satunya pengungkapan jaringan radikalisme pada anak di bawah umur yang dikaitkan dengan rekrutmen daring, dengan lima tersangka dan target 110 anak di 23 provinsi

Sumber lain juga memuat penjelasan bahwa pola rekrutmen diduga berawal dari platform terbuka dan ruang interaksi daring, lalu mengarah ke grup yang lebih privat/terenkripsi. Dalam pemberitaan sebelumnya, juru bicara Densus 88 menyebut ada tren peningkatan dan menyatakan: “Pada tahun 2025… kurang lebih ada 110 yang saat ini sedang teridentifikasi,” serta menyebut sebaran berada di 23 provinsi, dengan paparan besar di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Dalam paparan RAT, Syahardiantono juga menyinggung upaya pencegahan lain, termasuk penggagalan sejumlah rencana aksi oleh jaringan tertentu serta penindakan saat pengamanan Natal dan Tahun Baru. Sejumlah laporan menyebut Densus 88 menggagalkan empat rencana aksi oleh kelompok Anshor Daulah dan melakukan penangkapan tujuh tersangka dalam pengamanan Nataru 2025/2026.

Berita Terkait