25 February 2026, 19:50

Kapolri Buka-bukaan: Media Diminta Jadi “Kontrol” Polri, Wanti-wanti Bahaya AI-Deepfake Jelang Mudik Lebaran 2026

Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak insan pers memperkuat sinergi untuk mengawal kinerja kepolisian sekaligus ikut menjaga stabilitas keamanan nasional.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
620
Kapolri Buka-bukaan: Media Diminta Jadi “Kontrol” Polri, Wanti-wanti Bahaya AI-Deepfake Jelang Mudik Lebaran 2026
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dok. ist)

JAKARTA, Perspektif.co.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak insan pers memperkuat sinergi untuk mengawal kinerja kepolisian sekaligus ikut menjaga stabilitas keamanan nasional. Ajakan itu disampaikan saat acara Buka Puasa Bersama Polri dengan Insan Pers di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026) sore, di tengah dinamika arus informasi yang kian cepat dan berisiko memunculkan misinformasi. 

Sigit menegaskan media massa merupakan mitra strategis Polri karena kerja-kerja jurnalistik ikut membentuk pemahaman publik mengenai keamanan dan ketertiban. “Kami menyadari bahwa media memiliki peran yang sangat luar biasa untuk turut menjaga stabilitas keamanan nasional. Oleh karena itu, kami memandang media adalah mitra sangat strategis buat institusi Polri,” kata Sigit dalam sambutannya. 

Ia memastikan Polri terbuka terhadap fungsi pers sebagai alat kontrol sosial. Karena itu, ia meminta media tidak ragu melontarkan kritik maupun masukan. “Polri akan terus bersama teman-teman media sebagai alat kontrol, sebagai alat kritik, namun di satu sisi juga sebagai sumber pencerah bagi kita semua. Kita menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar,” ujarnya.

Sigit juga menginstruksikan jajarannya agar peka dan responsif terhadap setiap pemberitaan. Menurut dia, informasi yang muncul di ruang publik sering kali merupakan keluhan hingga aspirasi masyarakat yang perlu segera ditangani. “Tolong seluruh jajaran yang ada, bahwa sekecil apapun suara dari teman-teman media, itu adalah jeritan dari masyarakat. Mau tidak mau kita harus melakukan langkah cepat, respons cepat untuk menanggapi,” tutur Sigit. 

Di sisi lain, Kapolri menyoroti tantangan di balik kemajuan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI) dan deepfake, yang berpotensi memproduksi konten manipulatif dan mendorong disinformasi. “Perkembangan AI, perkembangan deepfake, yang mau tidak mau ini memunculkan dampak yang sangat luar biasa,” katanya. Ia berharap pers bisa berperan sebagai penjernih situasi dengan menyajikan informasi berbasis fakta dan dapat dipercaya agar masyarakat tidak terseret arus hoaks. “Kita harapkan rekan-rekan di media bisa memberikan informasi yang faktual, informasi yang bisa dipercaya,” sambungnya. 

Dalam kesempatan itu, Sigit turut meminta dukungan media untuk agenda terdekat Polri menjelang Lebaran 2026, yakni Operasi Ketupat sebagai operasi kemanusiaan pengamanan arus mudik yang dioperasikan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. “Sebentar lagi kita semua juga akan melaksanakan kegiatan operasi kemanusiaan, Operasi Ketupat, di mana kita akan menghadapi arus mudik,” ucapnya. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan mudik berlangsung aman dan nyaman. 

Kapolri menilai mudik bukan sekadar tradisi silaturahmi tahunan, tetapi juga memicu perputaran ekonomi dari pusat ke daerah yang menciptakan multiplier effect bagi masyarakat, terutama di desa. “Ini tentunya menjadi PR kita bersama untuk bisa menyelenggarakan mudik ini dengan sebaik-baiknya,” kata Sigit. 

Berita Terkait