JAKARTA, Perspektif.co.id - Film Indonesia kembali menunjukkan daya saing kuat di platform streaming. Jangan Panggil Mama Kafir berhasil mempertahankan posisi nomor satu dalam daftar Top 10 film Netflix Indonesia untuk periode 2-8 Maret 2026, setelah sebelumnya juga debut langsung di puncak pada pekan sebelumnya. Dengan capaian itu, film drama religi keluarga tersebut efektif mengunci takhta selama dua pekan berturut-turut di pasar Indonesia.
Dominasi film ini terlihat jelas dalam daftar resmi Netflix Indonesia. Di bawah Jangan Panggil Mama Kafir, posisi kedua ditempati War Machine, disusul Shutter di urutan ketiga, Air Mata Di Ujung Sajadah 2 pada peringkat keempat, dan Pengin Hijrah di posisi kelima. Papan atas ini menunjukkan selera penonton Indonesia masih sangat kuat terhadap film lokal, terutama yang membawa irisan drama keluarga, religi, dan horor.
Capaian tersebut terasa semakin menonjol karena War Machine tidak mampu menyalip film Indonesia itu di pasar domestik, meski tampil kuat di negara lain. Dalam daftar resmi Netflix Malaysia untuk periode yang sama, War Machine justru berada di posisi pertama, sementara Jangan Panggil Mama Kafir menempel di urutan kedua. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa kekuatan film lokal di Indonesia masih sangat solid, bahkan ketika harus berhadapan dengan judul internasional yang sedang agresif di kawasan lain.
Daya tarik film ini tampaknya tidak lepas dari tema yang dekat dengan penonton Indonesia. Netflix menggambarkan kisahnya sebagai cerita tentang seorang perempuan yang, setelah ditinggal wafat suaminya, berusaha menjalankan wasiat terakhir sang suami, yakni “membesarkan putri mereka sesuai ajaran Islam.” Narasi keluarga, duka, dan pergulatan keyakinan seperti ini memberi ruang emosional yang kuat dan membuat film tersebut mudah terhubung dengan audiens yang lebih luas.
Popularitas Jangan Panggil Mama Kafir juga tidak berhenti di dalam negeri. Film itu ikut masuk jajaran atas Netflix Malaysia dan bertahan di posisi kedua, menandakan gaungnya melampaui pasar Indonesia. Di tengah ketatnya persaingan katalog streaming, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa film lokal dengan tema yang kuat dan relevan masih punya peluang besar untuk menembus audiens regional.