17 March 2026, 06:16

Microsoft Diam-Diam Batalkan Copilot di Windows 11, Pengguna Sudah Terlalu Muak dengan “AI Bloat”

Microsoft batalkan integrasi Copilot di notifikasi, Settings & File Explorer Windows 11. Strategi AI baru: opsional, bisa dimatikan, tanpa branding Copilot.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
237
Microsoft Diam-Diam Batalkan Copilot di Windows 11, Pengguna Sudah Terlalu Muak dengan “AI Bloat”
Tombol "Ask Copilot anything" di taskbar Windows 11 resmi dibatalkan Microsoft setelah serangkaian kontroversi privasi dan penolakan pengguna global pada 2026. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Microsoft secara diam-diam mengubur rencana ambisius yang telah dua tahun dipersiapkan, yakni menyematkan branding Copilot secara menyeluruh ke dalam antarmuka sistem Windows 11, termasuk di panel notifikasi, aplikasi Settings, dan File Explorer — keputusan yang kini terkonfirmasi setelah bocoran dari sumber internal pertama kali dilaporkan oleh Windows Central pada pertengahan Maret 2026.

Rencana yang sempat dipamerkan secara megah oleh Yusuf Mehdi, Executive Vice President sekaligus Consumer Chief Marketing Officer Microsoft, saat peluncuran lini Copilot+ PC pada 2024 itu kini resmi masuk laci tanpa tanggal peluncuran yang baru. Fitur paling ambisius di antaranya adalah “Copilot Suggestions” di notifikasi, yang dirancang untuk menampilkan saran tindakan satu klik langsung dari pop-up aplikasi, seperti membuka file atau membalas pesan, tanpa perlu membuka aplikasi terpisah.

Namun menurut narasumber yang dikutip Windows Central, fitur tersebut tidak akan pernah dikirimkan dalam bentuk apa pun yang membawa label Copilot, meskipun konsep dasarnya mungkin dikerjakan ulang di masa depan. Ini adalah salah satu kematian produk paling senyap yang pernah dilakukan Microsoft terhadap sesuatu yang sempat dijanjikan kepada publik.

Krisis kepercayaan yang memicu pembatalan ini bermula dari skandal Windows Recall pada 2024, sebuah fitur AI yang merekam seluruh aktivitas layar pengguna dan langsung memicu gelombang protes keras dari komunitas keamanan siber karena dianggap sebagai ancaman nyata terhadap privasi.

Menurut laporan TechSpot dan gHacks, Microsoft sempat memilih jalan mundur sementara saat itu, namun alih-alih belajar dari reaksi pengguna, perusahaan justru memperdalam integrasi Copilot sepanjang 2025 dengan menyuntikkan tombol dan fitur AI ke dalam Notepad, Paint, hingga File Explorer — bahkan ketika integrasi tersebut tidak memberikan nilai tambah yang berarti bagi pengguna biasa.

Puncak kerusakan reputasi terjadi pada November 2025, saat Pavan Davuluri, Presiden Windows, mengumumkan visi mengubah Windows menjadi “agentic OS” di platform X dan langsung dibanjiri ribuan balasan negatif hingga ia menutup kolom komentar di postingannya. Komunitas Reddit bahkan mencap strategi AI Microsoft yang berantakan itu sebagai “Microslop”, sebuah hinaan yang kemudian diblokir Microsoft dari server Discord resmi Copilot mereka — langkah yang justru memperburuk citra perusahaan secara dramatis, sebagaimana dilaporkan Cybernews. Kegagalan beruntun itulah yang akhirnya memaksa tim internal Microsoft meninjau ulang seluruh peta jalan Copilot di Windows 11.

“Pendekatan kami dalam pengembangan produk adalah melakukan preview kepada pelanggan dan berkembang berdasarkan masukan yang diterima,” demikian pernyataan resmi juru bicara Microsoft kepada Windows Central, yang sekaligus menjadi konfirmasi tidak langsung bahwa sejumlah fitur memang telah dihapus dari roadmap mereka.

Meski branding Copilot dikubur di level antarmuka sistem, Microsoft tidak sepenuhnya meninggalkan AI di Windows 11 — mereka hanya mengubah caranya. Laporan Windows Central dan gHacks mengonfirmasi bahwa fitur AI tetap hadir di Settings dan File Explorer, namun kini tanpa label Copilot: Settings mendapatkan pencarian semantik yang mampu memberikan saran konfigurasi kontekstual, sementara File Explorer mendapatkan menu aksi AI yang cara kerjanya bergantung pada aplikasi pihak ketiga, berbeda dengan versi Copilot 2024 yang mampu menjalankan tindakan langsung tanpa membuka aplikasi lain. Bahkan nama “Windows Copilot Runtime” yang pernah menjadi fondasi ekosistem AI lokal di Windows pun telah diganti menjadi “Windows AI APIs”, seolah menghapus jejak Copilot dari lapisan terdalam sistem operasi.

Sumber internal yang dikutip Windows Central menyebutkan bahwa ke depannya Microsoft akan jauh lebih selektif dan hati-hati dalam menempatkan AI, serta berkomitmen menjadikan semua fitur AI bersifat opsional dan mudah dinonaktifkan oleh pengguna. Strategi baru ini adalah upaya perusahaan untuk memulihkan citra Windows 11 di mata pengguna yang sudah kehilangan kepercayaan, sekaligus sinyal bahwa tekanan publik nyatanya mampu mengubah arah sebuah raksasa teknologi senilai triliunan dolar.

Pergeseran strategi ini juga memiliki implikasi bisnis yang tidak bisa diabaikan. Windows Latest mencatat bahwa sepanjang 2025, divisi More Personal Computing Microsoft — yang mencakup Windows, Surface, dan gaming — mengalami penurunan pendapatan dari tahun ke tahun, sementara OEM revenue Windows hanya tumbuh tipis meski basis pengguna aktif masih menyentuh angka satu miliar perangkat.

Penelitian yang dilakukan Departemen Perdagangan dan Industri Inggris pada September 2025 juga menyimpulkan bahwa AI terbukti belum memberikan lonjakan produktivitas yang signifikan, terutama untuk tugas-tugas agentic seperti penjadwalan otomatis atau desain berbasis instruksi.

Sementara itu, peneliti keamanan dari Varonis Threat Labs awal tahun ini mengungkap bahwa akun Copilot dapat dibajak hanya dengan satu klik tautan berbahaya, dan pada Juni 2025 ditemukan celah yang memungkinkan pelaku kejahatan mengekstrak informasi sensitif hanya dengan mengirimkan email tertentu ke kotak masuk pengguna, bahkan tanpa email tersebut dibuka.

Rentetan masalah privasi, keamanan, dan pengalaman pengguna yang buruk ini secara kolektif menjadi alasan mengapa Microsoft akhirnya mengakui bahwa Windows 11 telah “melenceng dari jalurnya”, sebagaimana dilaporkan Windows Latest pada Januari 2026, dan kini berkomitmen pada pendekatan “Performance Fundamentals” untuk 2026 yang memprioritaskan stabilitas sistem di atas ekspansi fitur AI.

Berita Terkait