17 March 2026, 06:03

Penasihat OpenAI Peringatkan Fitur Dewasa ChatGPT Bisa Jadi ‘Sexy Suicide Coach’, Peluncuran Ditunda Tanpa Batas

Penasihat OpenAI peringatkan fitur dewasa ChatGPT bisa jadi ‘pelatih bunuh diri seksi’. Sistem usia salah klasifikasi 12% pengguna di bawah umur.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
144
Penasihat OpenAI Peringatkan Fitur Dewasa ChatGPT Bisa Jadi ‘Sexy Suicide Coach’, Peluncuran Ditunda Tanpa Batas
OpenAI tunda Adult Mode ChatGPT 2026 setelah penasihat peringatkan risiko keselamatan jutaan pengguna di bawah umur. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — OpenAI kembali menunda peluncuran “Adult Mode” ChatGPT setelah dewan penasihat kesejahteraan internal perusahaan yang telah dipilih sendiri secara bulat menentang rencana tersebut, dengan salah satu anggota melontarkan peringatan keras yang kini mengguncang industri teknologi global. Pada sebuah pertemuan di bulan Januari, dewan penasihat yang terdiri dari pakar psikologi dan neurosains kognitif menyatakan penolakan mereka secara serentak dan penuh kemarahan. Rencana tersebut, yang pertama kali diumumkan secara publik oleh CEO Sam Altman lewat unggahannya di platform X pada Oktober lalu, dirancang untuk memungkinkan pengguna dewasa terverifikasi menggunakan ChatGPT dalam percakapan erotis berbasis teks. Namun alih-alih membatalkan proyek, OpenAI justru menyatakan hanya akan menundanya sementara sambil terus menggarap fitur tersebut. Keputusan itu memantik badai kritik dari dalam perusahaan sendiri, komunitas teknologi global, hingga para ahli keselamatan anak.

Seorang anggota dewan memperingatkan bahwa OpenAI berisiko menciptakan apa yang disebut sebagai “sexy suicide coach” atau pelatih bunuh diri seksi, merujuk pada kasus-kasus di mana pengguna ChatGPT mengakhiri hidupnya setelah membentuk ikatan emosional yang intens dengan chatbot tersebut. Para penasihat dari dewan tersebut, yang mencakup pakar psikologi dan neurosains, memperingatkan bahwa mengaktifkan interaksi erotis pada chatbot berpotensi mendorong ketergantungan emosional berlebihan dan pola penggunaan kompulsif.

Secara internal, karyawan OpenAI juga telah mengidentifikasi risiko tambahan, termasuk kecenderungan konten yang makin ekstrem serta pergeseran dari hubungan sosial dan romantis di dunia nyata. Wall Street Journal yang pertama kali melaporkan investigasi mendalam ini menyebut bahwa friksi internal di tubuh OpenAI sudah berlangsung berbulan-bulan sebelum penundaan resmi diumumkan. Kondisi ini memperlihatkan jurang yang semakin lebar antara ambisi komersial Altman dan integritas keselamatan yang selama ini menjadi nilai jual utama perusahaan.

Masalah teknis krusial turut memperparah situasi: sistem prediksi usia milik OpenAI terbukti salah mengklasifikasikan pengguna di bawah umur sebagai orang dewasa dalam sekitar 12 persen kasus. Dengan sekitar 100 juta pengguna di bawah 18 tahun yang mengakses ChatGPT setiap minggunya, tingkat kesalahan itu berpotensi memberikan jutaan remaja akses ke percakapan bermuatan seksual eksplisit. OpenAI memperkenalkan sistem pemantauan usia pada awal 2026, menggunakan sinyal seperti usia akun, topik diskusi, waktu aktivitas, dan pola penggunaan untuk memperkirakan apakah pengguna berusia di bawah 18 tahun.

Juru bicara OpenAI menyatakan kepada Engadget bahwa algoritma prediksi mereka sudah memenuhi standar industri, namun mengakui tidak ada sistem semacam itu yang benar-benar sempurna. Angka error rate 12 persen itulah yang pada akhirnya membunuh jadwal peluncuran Desember 2024 dan rencana kuartal pertama 2026 secara berturut-turut.

Pada Januari lalu, OpenAI memecat salah satu eksekutif keselamatan senior mereka, Ryan Beiermeister, yang menjabat sebagai Wakil Presiden Kebijakan Produk, setelah ia mengambil cuti dan menyuarakan keberatan terhadap rencana peluncuran fitur erotis ChatGPT. Pemecatan itu disebut terkait laporan dari seorang kolega pria yang menuduhnya melakukan diskriminasi seksual. Beiermeister membantah keras seluruh tuduhan tersebut melalui pernyataan kepada Wall Street Journal.

OpenAI menyatakan bahwa kepergian Beiermeister tidak berkaitan dengan isu yang ia sampaikan selama bekerja di perusahaan , namun timing pemecatan itu langsung memicu spekulasi luas di komunitas teknologi, Reddit, dan platform X bahwa ada upaya pembungkaman terhadap suara-suara yang kritis terhadap proyek kontroversial tersebut. Kasus ini memperdalam kekhawatiran publik tentang budaya kerja internal OpenAI di tengah tekanan monetisasi yang semakin agresif.

Tekanan persaingan yang dihadapi OpenAI memang nyata: Grok milik xAI dari Elon Musk sudah memasarkan fitur AI companion, sementara Character.AI membangun basis penggunanya dari romansa AI sebelum terseret gugatan hukum atas keselamatan remaja. Pada akhir 2024, seorang remaja berusia 14 tahun di Florida meninggal dunia setelah membentuk ikatan emosional yang intens dengan chatbot Character.AI, dan ibunya kemudian mengajukan gugatan hukum yang berakhir dengan penyelesaian serta pembatasan akses remaja.

Ketika diluncurkan nanti, Adult Mode OpenAI hanya akan membatasi fungsionalitasnya pada interaksi berbasis teks saja, tanpa menghasilkan gambar erotis, audio, maupun video. OpenAI telah mengonfirmasi penundaan pada awal Maret 2026 dan menyatakan akan fokus pada pembaruan produk lain yang lebih diprioritaskan terlebih dahulu, meski perusahaan tetap menegaskan fitur tersebut akan diluncurkan pada waktu mendatang. Altman sendiri pernah menulis di X: “We are not the elected moral police of the world,” sebuah pernyataan yang kini terasa semakin paradoks di tengah kekacauan internal yang terus menggerogoti kepercayaan publik terhadap OpenAI.

Berita Terkait