JAKARTA, Perspektif.co.id - Film komedi Agak Laen 2: Menyala Pantiku! kembali mencetak capaian besar di box office nasional. Hingga Kamis, 22 Januari 2026, perolehan penonton film garapan Muhadkly Acho itu dilaporkan sudah mencapai 10.885.880 penonton, mempertegas statusnya sebagai film Indonesia dengan raihan penonton tertinggi dan membuka peluang untuk memecahkan rekor film asing terlaris di Indonesia.
Rekor yang kini diburu adalah Avengers: Endgame (2019), yang selama ini tercatat sebagai film dengan jumlah penonton terbanyak di Indonesia, yakni 10.976.338 penonton. Dengan pencapaian 10.885.880 penonton, selisihnya tinggal 90.458 penonton—jarak yang makin tipis di tengah masa tayang film yang sudah memasuki pekan kedelapan.
Dari sisi tren, performa film ini terbilang konsisten sejak awal rilis. Agak Laen 2 mulai diputar di bioskop Tanah Air pada 27 November 2025 dan langsung tancap gas dengan 272.846 penonton pada hari pertama penayangan. Catatan pembuka itu kemudian berlanjut dengan 1 juta penonton dalam tiga hari, menandai laju yang jarang terjadi untuk film lokal dan menunjukkan kuatnya daya tarik film di berbagai segmen penonton.
Seiring akumulasi yang terus meningkat, film ini juga sudah melewati rekor film “Jumbo” yang sebelumnya kerap disebut sebagai salah satu patokan box office nasional dengan 10.233.002 penonton. Melampaui angka Jumbo membuat Agak Laen 2 kian kokoh di daftar film Indonesia terlaris, sekaligus memperbesar sorotan karena kini perburuan rekor beralih dari kompetisi domestik ke rekor film global di pasar Indonesia.
Medcom.id, misalnya, mencatat pembaruan box office yang menempatkan total penonton Agak Laen 2 sudah “sekitar 10,8 juta” dan menegaskan jaraknya yang sangat dekat dengan rekor Endgame. Dalam catatan yang sama, rumah produksi juga sempat mengumumkan pembaruan capaian penonton melalui media sosial, salah satunya dengan menuliskan, “...udah 10.807.588 pasukan...” saat merilis angka akumulasi pada pertengahan Januari.
Pencapaian itu terjadi ketika film sudah masuk fase tayang panjang, tetapi masih bertahan di layar bioskop. Kondisi ini mengindikasikan minat penonton yang belum surut, sekaligus memperkuat posisi film sebagai fenomena box office awal 2026. Di tengah dinamika jadwal rilis film baru di jaringan bioskop, capaian tersebut menunjukkan promosi dari mulut ke mulut yang terus bekerja dan membuat film tetap relevan diburu penonton.
Dari sisi konten, daya tarik Agak Laen 2 banyak ditopang gaya komedi yang dekat dengan keseharian dan karakter yang mudah dikenali. Ceritanya mengikuti empat detektif—Bene, Boris, Jegel, dan Oki—yang berada di titik terendah karier setelah rentetan kegagalan. Dalam kondisi terancam dicopot, mereka menerima satu misi terakhir yang berisiko: menyamar dan menyusup ke sebuah panti jompo untuk mengungkap kasus pembunuhan anak wali kota. Di tengah penyamaran itu, urusan personal masing-masing justru memicu kekacauan baru yang berujung pada rangkaian kejadian tak terduga, memadukan konflik serius dengan humor situasional yang konsisten.
Dengan selisih puluhan ribu penonton dari Endgame, arah pencapaian berikutnya kini bergantung pada ketahanan layar dan ritme penambahan penonton harian. Jika tren tetap terjaga, Agak Laen 2 berpeluang mencatat tonggak baru: bukan hanya mengukuhkan dominasi film lokal, tetapi juga menggeser patokan box office terbesar di Indonesia yang selama ini ditempati film Hollywood.