TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Apple kembali mengguncang pasar laptop global setelah MacBook Air generasi terbaru yang ditenagai chip M5 resmi diluncurkan pada awal Maret 2026. Laptop tertipis dan terlaris di dunia ini hadir dengan segudang peningkatan signifikan yang membuat para reviewer teknologi dari berbagai media internasional terkemuka menyebutnya sebagai lompatan performa terbesar dalam sejarah lini MacBook Air — bahkan tanpa satu pun komponen kipas di dalamnya.
NotebookCheck, salah satu portal ulasan perangkat keras paling kredibel di dunia, dengan tegas menyebut efisiensi dan performa chip M5 pada MacBook Air 13 inci sebagai sesuatu yang “insane” atau “gila”, sebuah predikat yang jarang diberikan untuk sebuah laptop fanless di kelasnya.
“Performa dan efisiensi M5 pada MacBook Air tanpa kipas pendingin ini benar-benar luar biasa dan melampaui ekspektasi kami,” tulis NotebookCheck dalam ulasan lengkapnya.
Secara teknis, chip M5 yang tertanam pada MacBook Air ini membawa GPU dengan peningkatan 25 hingga 35 persen dibandingkan pendahulunya, M4, sementara konsumsi daya praktis tidak mengalami kenaikan berarti — sebuah pencapaian rekayasa yang membuat kompetitor kewalahan. Apple sendiri mengklaim M5 menghadirkan unified memory dengan bandwidth 153 GB/s, meningkat 28 persen dibanding M4, sehingga membuat multitasking lebih lancar dan peluncuran aplikasi terasa lebih responsif.
Dalam pengujian Geekbench 6 multi-core yang dilakukan oleh MacRumors, MacBook Air M5 mencatatkan skor 17.073, sementara M4 rata-rata berada di angka 14.731 — artinya peningkatan performa CPU mencapai sekitar 15 persen dari generasi sebelumnya. Yang lebih mengejutkan, angka tersebut bahkan melampaui MacBook Pro dengan chip M3 Pro, sebuah laptop yang dibanderol jauh lebih mahal dan ditujukan untuk kalangan profesional.
TechRadar melaporkan bahwa performa M5 pada MacBook Air sudah setara dengan level MacBook Pro generasi sebelumnya — sebuah realitas yang memaksa Apple untuk mempersenjatai MacBook Pro terbaru dengan chip M5 Pro dan M5 Max demi menjaga jarak performa antar lini produknya.
Di sisi ketahanan baterai, para penguji mencatat MacBook Air M5 mampu bertahan hingga sekitar 16 jam dalam kondisi pemakaian normal. Meski demikian, sejumlah reviewer mengingatkan bahwa kompetitor berbasis Intel Lunar Lake dengan kapasitas baterai lebih besar kini mulai memperkecil selisih keunggulan daya tahan yang selama ini menjadi nilai jual utama MacBook Air.
Dari sisi spesifikasi, Apple menjadikan 512 GB sebagai kapasitas penyimpanan dasar — dua kali lipat dibanding generasi M4 — dengan kecepatan baca/tulis SSD yang diklaim dua kali lebih cepat. Konektivitas juga mendapat pembaruan berupa dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6 melalui chip nirkabel N1 baru dari Apple.
Untuk kemampuan kecerdasan buatan, Apple mengklaim M5 mampu menjalankan tugas AI hingga empat kali lebih cepat dibanding M4 dan 9,5 kali lebih cepat dari M1, berkat Neural Accelerator yang kini hadir di setiap inti GPU — menjadikan MacBook Air M5 sebagai platform yang sangat mumpuni untuk menjalankan Apple Intelligence maupun model bahasa besar (LLM) secara lokal di perangkat.
MacBook Air M5 13 inci dibanderol mulai USD 1.099 (sekitar Rp 17,9 juta) untuk varian dasar, sementara versi 15 inci dimulai dari USD 1.299 (sekitar Rp 21,2 juta). Keduanya sudah dapat dipesan dan dijadwalkan mulai tersedia di tangan konsumen pada 11 Maret 2026.