15 March 2026, 05:55

MacBook Air M5 Diserbu Ulasan Positif, Tapi Chip Baru Ini Bikin Pengguna M4 Mikir Dua Kali

MacBook Air M5 resmi hadir, bawa chip M5 lebih cepat, Wi-Fi 7, & penyimpanan 512GB. Harga mulai Rp17,9 juta. Layak upgrade? Baca ulasan lengkapnya!

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
471
MacBook Air M5 Diserbu Ulasan Positif, Tapi Chip Baru Ini Bikin Pengguna M4 Mikir Dua Kali
MacBook Air M5 hadir dengan chip Apple M5, Wi-Fi 7, dan penyimpanan 512GB, menjadikannya ultraportable paling bertenaga di kelasnya pada 2026. (AI Generated by: Perspektif.co.id)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — Apple resmi meluncurkan MacBook Air dengan chip M5 pada 3 Maret 2026 dan mulai tersedia di pasaran sejak 11 Maret, menghadirkan peningkatan performa signifikan sekaligus kenaikan harga yang langsung menuai kritik dari berbagai kalangan media teknologi global.

Diperkenalkan dari markas besar Apple di Cupertino, California, MacBook Air M5 hadir dengan chip M5 yang membawa CPU lebih cepat dan GPU generasi terbaru dengan Neural Accelerator di setiap core-nya, menjadikannya mampu menangani berbagai alur kerja mulai dari proyek kreatif hingga tugas-tugas AI yang kompleks. Varian 13-inci dibanderol mulai dari $1.099 atau sekitar Rp17,9 juta, sementara model 15-inci mulai dari $1.299 atau sekitar Rp21,2 juta — naik $100 dari generasi sebelumnya, yang menurut sejumlah analis dipicu oleh peningkatan kapasitas penyimpanan dasar dari 256GB menjadi 512GB.

Chip M5 membawa peningkatan bandwidth memori terpadu sebesar 28 persen dibanding M4, yakni 153GBps, yang memperlancar multitasking dan mempercepat peluncuran aplikasi. Apple mengklaim performa AI pada MacBook Air M5 mencapai empat kali lebih cepat dibanding MacBook Air M4, dan hingga 9,5 kali lebih cepat dibanding MacBook Air M1, menjadikannya platform yang sangat kapabel untuk menjalankan Apple Intelligence maupun model bahasa besar secara lokal di perangkat.

Chip N1 dari Apple turut menjadi pembaruan yang menonjol, menghadirkan konektivitas Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6 yang memberikan perbedaan nyata saat mengunduh file berukuran besar atau menghubungkan perangkat periferal. SSD generasi baru juga diklaim dua kali lebih cepat dalam kecepatan baca dan tulis dibanding model sebelumnya, sementara kapasitas maksimal kini dapat dikonfigurasi hingga 4TB.

Gelombang ulasan dari media-media besar seperti TechRadar, Tom’s Guide, Macworld, dan Gizmodo yang dirilis bersamaan pekan ini sebagian besar memuji laptop tersebut, namun dengan catatan penting. TechRadar menyebut MacBook Air M5 sebagai ultraportabel terbaik yang pernah mereka gunakan, dengan ketahanan baterai yang melampaui MacBook Air M4 sekitar satu setengah jam dalam pengujian internal mereka. Macworld menegaskan bahwa meski performa CPU meningkat konsisten dari generasi ke generasi, layar LCD 60Hz pada MacBook Air M5 tetap tidak berubah — sebuah kekurangan yang mencolok mengingat banderol harga kelas menengah-atas laptop ini.

Gizmodo dalam ulasannya menyoroti posisi MacBook Air M5 yang kini terjepit di tengah dua ekstrem harga: di bawahnya ada MacBook Neo seharga $599 atau sekitar Rp9,7 juta yang merebut segmen pemula, sementara MacBook Pro M5 masih unggul dalam performa mentah untuk beban kerja berat. Apple Insider mencatat bahwa peningkatan single-core dan multi-core pada M5 mencapai sekitar 11 persen dibanding M4, sementara performa GPU melonjak 31 persen — angka yang cukup signifikan untuk pengguna kreatif namun kurang menggiurkan bagi mereka yang sudah menggunakan MacBook Air M4.

“MacBook Air M5 memberikan kombinasi sempurna antara performa dan portabilitas bagi semua orang, mulai dari mahasiswa hingga profesional kreatif,” ujar John Ternus, Senior Vice President Hardware Engineering Apple, sebagaimana dikutip dalam siaran pers resmi perusahaan.

Konsensus dari berbagai ulasan menyimpulkan bahwa pengguna MacBook Air M1 atau M2 layak mempertimbangkan upgrade ke M5 karena loncatan performa yang cukup terasa, namun bagi pemilik MacBook Air M4 yang baru membeli tahun lalu, tidak ada urgensi untuk beralih ke model terbaru ini.  NotebookCheck bahkan menilai tidak ada produk laptop Windows — baik berbasis x86 maupun ARM dari Qualcomm — yang mampu menandingi kombinasi performa dan efisiensi daya M5 di kelas fanless saat ini.

Berita Terkait