TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — MacBook Air 13 inci bertenaga chip M5 milik Apple kini resmi tersedia di pasaran dan langsung membuktikan superioritas efisiensinya lewat hasil uji gaming yang mengguncang industri. Berdasarkan pengujian mendalam yang dipublikasikan Notebookcheck pada 7 Maret 2026, laptop fanless ini hanya menyerap daya sebesar 6,9 hingga 7,2 watt saat menjalankan Cyberpunk 2077 pada resolusi 1080p dengan pengaturan grafis ultra — sebuah angka yang nyaris mustahil direplikasi oleh laptop berbasis prosesor Intel maupun AMD di kategori yang sama.
Yang lebih mengejutkan, performa tersebut bertahan konsisten bahkan setelah perangkat dioperasikan selama satu jam penuh tanpa setitik pun tanda-tanda throttling. MacBook Air M5 mengandalkan sistem pendingin pasif tanpa kipas, namun chip M5 berhasil mengunci konsumsi dayanya di kisaran tersebut secara berkelanjutan, menghasilkan frame rate stabil 19,6 fps pada setting ultra tanpa degradasi performa. Dengan mengaktifkan MetalFX upscaling dan sedikit meringankan detail grafis, judul-judul berat seperti Baldur’s Gate 3 pun meluncur mulus pada konsumsi daya 7,5 hingga 7,8 watt.
“Konsumsi SoC hanya 7–8 watt membuat performa gaming tetap solid meski perangkat menggunakan sistem pendingin pasif,” demikian penilaian tim Notebookcheck dalam laporan resmi pengujian mereka.
Sebagai pembanding, laptop-laptop Windows bergrafikterintegrasi Intel maupun AMD yang menjalankan game yang sama pada setelan serupa membutuhkan daya antara 51 hingga lebih dari 100 watt — menjadikan MacBook Air M5 hingga sepuluh kali lebih irit energi dibandingkan para pesaingnya. GPU 8-core yang tertanam pada model dasar M5 ini turut mencatat skor benchmark 30 hingga 50 persen lebih tinggi ketimbang generasi pendahulunya, M4, menjadikannya salah satu lompatan performa terbesar dalam sejarah lini MacBook Air.
Apple mengumumkan MacBook Air M5 pada 3 Maret 2026 dan resmi melepasnya ke tangan konsumen pada 11 Maret 2026. Chip M5 hadir dengan 10-core CPU, GPU baru yang dilengkapi Neural Accelerator di setiap inti, chip nirkabel N1 berdukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6, serta bandwidth memori terpadu 153 GBps — naik 28 persen dari M4. Varian dasar MacBook Air 13 inci dibanderol mulai USD 1.099 atau setara sekitar Rp 17,9 juta, naik sekitar Rp 1,6 juta dari generasi sebelumnya, namun kali ini sudah mencakup penyimpanan awal 512 GB — dua kali lipat kapasitas sebelumnya — plus RAM unified memory standar 16 GB.
Meski GPU 8-core pada model entry-level ini memiliki dua inti lebih sedikit dibandingkan MacBook Air 15 inci maupun MacBook Pro 14 dengan M5, efisiensi luar biasa yang tersaji dalam pengujian gaming mempertegas bahwa Apple Silicon kian memperlebar jarak dari para kompetitor. Dengan SSD yang diklaim dua kali lebih cepat, ketahanan baterai 18 jam, dan desain aluminium tipis fanless yang tetap tak berubah, MacBook Air M5 tampil bukan sekadar laptop produktivitas harian, melainkan sebuah mesin gaming ultraportabel yang semakin sulit diabaikan.