06 January 2026, 14:24

Pigai Tegas Bantah Pemerintah Teror Aktivis: Minta Polisi Bongkar Pelaku, Jangan Lempar Tuduhan Pakai Hipotesa

Natalius Pigai meminta aparat kepolisian mengusut dan menemukan pelaku teror yang belakangan dialami sejumlah aktivis serta influencer.

Reporter: M. Ansori
Editor: Deden M Rojani
1,345
Pigai Tegas Bantah Pemerintah Teror Aktivis: Minta Polisi Bongkar Pelaku, Jangan Lempar Tuduhan Pakai Hipotesa
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan pemerintah tidak mungkin melakukan teror kepada aktivis dan sejumlah influencer. (CNN Indonesia/Faiz Maulida)

JAKARTA, Perspektif.co.id - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meminta aparat kepolisian mengusut dan menemukan pelaku teror yang belakangan dialami sejumlah aktivis serta influencer. Pigai menekankan, pemerintah tidak mungkin menjadi aktor di balik serangkaian intimidasi tersebut dan meminta publik menahan diri dari spekulasi sebelum hasil penyelidikan polisi keluar.

“Saya sudah bilang, saya minta aparat kepolisian untuk diproses, dicari siapa pelakunya,” ujar Pigai kepada wartawan di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (6/1/2026), sebagaimana dikutip dari keterangan yang beredar. Ia menyebut, di ruang publik saat ini berkembang beragam opini yang cenderung “mereka-reka” siapa pelaku, padahal penentuan aktor harus berbasis proses penyelidikan resmi.

Pigai menilai hipotesis semata tidak bisa dijadikan pegangan untuk menyimpulkan pelaku. “Tidak bisa kalau namanya juga hipotesa-hipotesa itu. Kita menghormati. Tapi kan hipotesa itu harus dipastikan melalui sebuah proses penyelidikan,” ujarnya. Ia mengatakan, publik baru dapat menilai “siapa pelakunya” ketika kepolisian telah mengungkap hasil penyelidikan dan menemukan pihak yang bertanggung jawab.

Dalam pernyataannya, Pigai juga menegaskan pelaku teror tersebut tidak mungkin berasal dari pemerintah. “Yang jelas pemerintah tidak mungkin. Pemerintah tidak mungkin,” kata Pigai. 

Ia lalu menyinggung ruang kebebasan berpendapat yang, menurutnya, tetap terbuka di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pigai menyatakan kritik kepada pemerintah diperbolehkan dan ia mengklaim sampai saat ini tidak ada keputusan yang mengekang kebebasan. Pigai bahkan menyebut Indonesia sedang menikmati “surplus demokrasi” di mana hak berpendapat dijamin, sekaligus meminta kritik tetap disampaikan secara berhati-hati agar tidak berubah menjadi serangan terhadap kehormatan individu maupun institusi.

Sorotan Pigai muncul di tengah laporan dan pengakuan teror terhadap beberapa nama yang dikenal publik. Sejumlah influencer dan aktivis disebut menerima intimidasi dalam rentang waktu berdekatan, mulai dari kiriman bangkai ayam, pelemparan bom molotov, hingga ancaman digital yang disertai pesan intimidatif. 

Beberapa nama yang ramai dikaitkan dengan rangkaian teror tersebut antara lain Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik, Ramond Dony Adam alias DJ Donny, Sherly Annavita, serta Yama Carlos. Dari sejumlah laporan, teror yang dialami DJ Donny bahkan disebut terjadi lebih dari sekali, termasuk pengiriman bangkai ayam dan pelemparan molotov yang terekam CCTV. 

Di sisi lain, respons masyarakat sipil juga menguat. Sejumlah lembaga dan individu menyampaikan kekhawatiran bahwa teror terhadap warga yang menyampaikan kritik dapat berdampak pada iklim kebebasan berekspresi dan rasa aman. Mereka mendesak penegak hukum bertindak cepat dan transparan agar motif serta pelaku terungkap, sekaligus mencegah kejadian serupa berulang. 

Berita Terkait