16 May 2026, 19:23

xAI Resmi Luncurkan Grok Build, Coding Agent CLI yang Tantang Claude Code dan OpenAI Codex

xAI luncurkan Grok Build, coding agent CLI agentic untuk saingi Claude Code & OpenAI Codex, eksklusif bagi pelanggan SuperGrok Heavy $300/bulan.

Reporter: Hasida Kuchiki
Editor: Deden M Rojani
68
xAI Resmi Luncurkan Grok Build, Coding Agent CLI yang Tantang Claude Code dan OpenAI Codex
xAI meluncurkan Grok Build Beta, coding agent CLI agentic yang menyaingi Claude Code dan OpenAI Codex, eksklusif untuk pelanggan SuperGrok Heavy $300/bulan. (Foto: xAI)

TEKNOLOGI, Perspektif.co.id — xAI secara resmi meluncurkan Grok Build, coding agent berbasis command line interface (CLI) yang dirancang khusus untuk rekayasa perangkat lunak profesional, pengembangan aplikasi, dan otomasi alur kerja kompleks. Produk ini hadir sebagai jawaban langsung atas ketertinggalan xAI di pasar developer tools yang kian sengit.

Grok Build berjalan langsung dari terminal dan memungkinkan pengembang menghasilkan kode serta menyelesaikan tugas pemrograman melalui perintah berbahasa alami. Tool ini tersedia dalam early beta eksklusif untuk pelanggan SuperGrok Heavy seharga $300 per bulan (sekitar Rp4,9 juta), dan xAI menyatakan akan terus memperbarui model berdasarkan umpan balik pengguna awal.

Untuk tugas-tugas berskala besar, Grok Build mendelegasikan pekerjaan ke subagen-subagen khusus yang beroperasi secara paralel. Tool ini juga mendukung integrasi worktree secara mendalam, headless mode untuk menjalankan agen dalam skrip dan otomasi, serta dukungan penuh ACP guna membangun bot dan aplikasi orkestrasi agen secara mandiri.

Dalam pengumuman resminya di x.ai, xAI menyebut Grok Build sebagai “Agen pengkodean dan CLI baru yang kuat untuk rekayasa perangkat lunak profesional dan pekerjaan pengkodean yang kompleks.”

Salah satu fitur unggulan Grok Build adalah “plan mode,” yang memungkinkan pengembang meninjau, mengedit, dan menyetujui rencana eksekusi sebelum AI melakukan perubahan apa pun pada basis kode.

Peluncuran Grok Build ini tertinggal dari rival-rivalnya seperti Claude Code milik Anthropic dan Codex dari OpenAI, yang keduanya telah lebih dulu hadir lebih dari setahun lalu, sementara perusahaan-perusahaan besar terus merombak tim engineering mereka dengan coding agent berbasis AI.

Sebagaimana dilaporkan Bloomberg, xAI memang tengah berupaya mengejar ketertinggalan dari Anthropic dan OpenAI. Elon Musk sebelumnya mengakui perusahaannya tertinggal dalam urusan coding, bahkan menyebut sedang membangun ulang xAI “dari pondasi” setelah sejumlah co-founder meninggalkan perusahaan.

Pengembang yang ingin mencoba Grok Build dapat mengaksesnya langsung di x.ai/cli, dengan ketersediaan yang lebih luas dijadwalkan setelah periode pengujian awal rampung.

Berita Terkait