15 January 2026, 17:25

Kapan Sholat Sunnah 27 Rajab ? ini Niat dan Tata Caranya

peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW—peristiwa penting yang kerap dipahami sebagai momentum turunnya perintah sholat lima waktu.

Reporter: Ihsan Nurdin
Editor: Zainur Akbar
2,923
Kapan Sholat Sunnah 27 Rajab ? ini Niat dan Tata Caranya
Ilustrasi sholat malam 27 Rajab atau Lailatul Mi'raj. Foto: Getty Images/iStockphoto/leolintang

Perspektif.co.id - Malam 27 Rajab selalu jadi momen yang dicari banyak umat Islam karena berkaitan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW—peristiwa penting yang kerap dipahami sebagai momentum turunnya perintah sholat lima waktu. Pada 2026, malam itu kembali jadi perhatian karena bertepatan dengan malam Jumat, sehingga banyak orang ingin menghidupkannya dengan ibadah sunnah, termasuk sholat malam 27 Rajab yang juga dikenal sebagai sholat Lailatul Miraj. 

Mengacu Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), 27 Rajab 1447 H jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Artinya, rangkaian amalan malam 27 Rajab—termasuk sholat sunnah—bisa mulai dikerjakan sejak Kamis, 15 Januari 2026 setelah Magrib (atau bisa juga setelah Isya, sesuai kelonggaran waktu sholat malam). 

Sejumlah rujukan yang kerap dipakai di masyarakat menyebut sholat Lailatul Miraj dilakukan 12 rakaat, dikerjakan per dua rakaat salam sehingga total 6 kali salam. Praktiknya pada dasarnya mengikuti sholat sunnah pada umumnya, sementara pembeda utamanya ada pada niat dan momentum pelaksanaannya yang dikaitkan dengan malam 27 Rajab. 

Namun, catatan penting juga muncul dalam pembahasan yang beredar: tidak semua amalan yang dinisbatkan khusus pada 27 Rajab memiliki landasan hadis sahih yang tegas dari Nabi SAW. Dalam penelusuran yang disampaikan, disebutkan tidak ditemukan hadis sahih secara spesifik mengenai tata cara sholat malam Isra Miraj 27 Rajab, sehingga praktiknya dipahami sebagai bagian dari anjuran menghidupkan malam dengan ibadah secara umum menurut sebagian ulama dan rujukan kitab. 

Bagi yang ingin melaksanakannya, niat sholat malam 27 Rajab umumnya bisa diucapkan sebagai niat sholat sunnah mutlak, niat sholat sunnah Rajab, atau niat khusus Lailatul Miraj untuk membedakan dari sholat sunnah lainnya. Berikut salah satu lafaz niat yang sering digunakan:

أصَلَّى سُنَّةَ لَيْلَةِ الْمِعْرَاجِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Ushalli sunnata lailatil miraji rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taalaa
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah malam Miraj dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah ta’ala.” (detikcom)

Alternatif lain yang juga lazim dipakai adalah niat sholat sunnah Rajab:

اُصَلِّي سُنَّةً رَجَبِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Ushallii sunatan rajaban rak’ataini lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Rajab dua rakaat karena Allah ta’ala.” (detikcom)

Dalam pelaksanaan, setelah niat dan takbiratul ihram, rangkaian gerakan sholat berjalan seperti biasa: membaca Al-Fatihah, membaca surat (sebagian anjuran menyebut Al-Ikhlas), rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, lalu berdiri untuk rakaat berikutnya sampai salam. Jika mengambil format 12 rakaat, maka sholat ditutup salam setiap dua rakaat hingga genap enam kali salam.

Secara ringkas, urutan tata caranya dapat diikuti seperti berikut: membaca niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah, membaca surat (misalnya Al-Ikhlas), rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, berdiri untuk rakaat kedua, kembali membaca Al-Fatihah dan surat, menyelesaikan rangkaian hingga tahiyat akhir, lalu salam—kemudian mengulang lagi sampai 12 rakaat (jika mengikuti pendapat tersebut).

Sesudah sholat, ada pula anjuran dzikir yang kerap dibaca sebagai ikhtiar memperbanyak ibadah di malam peringatan Isra Miraj. Salah satu susunannya adalah membaca tasbih 100 kali:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَ الحَمْدُ لِلَّهِ وَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ
Arab latin: Subhanallahi walhamdulillah walā ilaha illallahu wallāhu akbar
Artinya: “Mahasuci Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.” (detikcom)

Kemudian dilanjutkan istighfar 100 kali:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ
Arab latin: Astaghfirullahal ‘adzim
Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung.” (detikcom)

Lalu membaca sholawat 100 kali:

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Arab latin: Allahumma shalli ‘alā sayyidina Muhammad
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat dan keselamatan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad.” 

Dalam praktik yang juga dikenal sebagian kalangan, dzikir bisa diteruskan dengan bacaan surat tertentu beberapa kali, seperti Al-Fatihah, Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlas, Al-Kafirun, Al-Qadr, serta Ayat Kursi. 

Selain sholat, sebagian kanal keislaman di lingkungan NU juga menuliskan amalan doa malam 27 Rajab dengan pola sederhana: sholat sunnah dua rakaat sebagaimana sholat sunnah pada umumnya (di dalamnya membaca Al-Ikhlas setelah Al-Fatihah), kemudian membaca shalawat 10 kali, lalu membaca doa dan menyebutkan hajat. 

Adapun doa yang disebut dapat dibaca pada malam 27 Rajab dalam salah satu rujukan doa harian adalah:

اللَّهُمَّ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِيِّينَ وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ أنْ تَرْحَمَ قَلْبِي الْحَزِيْنَ وَتُجِيبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ. 

Artinya, kurang lebih berisi permohonan rahmat dan pengabulan doa pada malam 27 Rajab, dengan menyebut kemuliaan peristiwa Isra Miraj. 

Dengan demikian, bagi masyarakat yang hendak menghidupkan malam Isra Miraj 27 Rajab 1447 H, penanda waktunya sudah jelas: dimulai sejak Kamis petang, 15 Januari 2026 (sesudah Magrib) hingga menjelang Jumat, 16 Januari 2026. Praktik ibadahnya bisa beragam—dari sholat sunnah, dzikir, sholawat, membaca Al-Qur’an, hingga doa—sembari tetap memahami bahwa sebagian rincian amalan khusus 27 Rajab bersandar pada rujukan ulama dan tradisi keagamaan, bukan selalu pada hadis sahih yang eksplisit. 

Berita Terkait