08 May 2026, 16:36

Sejarah Idul Adha dan Makna Kurban yang Jadi Simbol Ketaatan Umat Islam kepada Allah

Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen paling sakral bagi umat Islam di seluruh dunia.

Reporter: M. Ansori
Editor: Zainur Akbar
6
Sejarah Idul Adha dan Makna Kurban yang Jadi Simbol Ketaatan Umat Islam kepada Allah
Petugas Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang memeriksa kesehatan mulut sapi kurban yang dijual di Karawaci, Kota Tangerang, Banten

JAKARTA, Perspektif.co.id – Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen paling sakral bagi umat Islam di seluruh dunia. Perayaan yang juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban ini diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah dan identik dengan ibadah penyembelihan hewan kurban sebagai simbol pengorbanan serta ketaatan kepada Allah SWT.

Pada tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, Idul Adha diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026. Selain menjadi bagian penting dari rangkaian ibadah haji di Tanah Suci Makkah, Idul Adha juga mengandung nilai spiritual mendalam yang terus diwariskan dari generasi ke generasi umat Islam.

Sejarah Idul Adha berawal dari kisah Nabi Ibrahim AS yang mendapat ujian berat dari Allah SWT. Dalam kisah tersebut, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk pembuktian iman dan ketaatan kepada perintah Ilahi.

Perintah tersebut menjadi ujian besar karena Nabi Ismail merupakan anak yang sangat dicintai Nabi Ibrahim. Meski demikian, keduanya menerima ketetapan Allah dengan penuh keikhlasan tanpa membantah ataupun ragu.

Saat proses penyembelihan hendak dilakukan, Allah SWT kemudian menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Peristiwa itu menjadi simbol bahwa ketakwaan dan keikhlasan seorang hamba lebih utama di sisi Allah dibanding sekadar pengorbanan fisik semata.

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tersebut kemudian dikenang umat Islam melalui ibadah kurban yang dilakukan setiap Hari Raya Idul Adha. Penyembelihan hewan kurban seperti kambing, sapi, atau unta menjadi lambang kepatuhan kepada Allah SWT sekaligus bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.

Idul Adha juga mengandung berbagai hikmah penting dalam kehidupan umat Islam. Salah satu nilai utama yang diajarkan adalah keikhlasan dalam menjalankan perintah agama serta kesiapan berkorban demi kebaikan yang lebih besar.

Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak meneladani ketulusan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan kehendak Allah tanpa keraguan sedikit pun.

Selain nilai spiritual, Idul Adha juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Daging kurban yang dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan kaum fakir miskin menjadi simbol berbagi rezeki dan mempererat tali persaudaraan antarumat.

Tradisi perayaan Idul Adha biasanya diawali dengan pelaksanaan salat Id secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka. Setelah itu, umat Islam yang mampu secara ekonomi melaksanakan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam.

Momentum Idul Adha juga bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di Kota Makkah. Bagi umat Islam yang memiliki kemampuan fisik dan finansial, ibadah haji menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan minimal sekali seumur hidup.

Karena itu, Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai hari raya keagamaan biasa, tetapi juga menjadi momentum refleksi diri untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan kepedulian terhadap sesama manusia.

Berita Terkait